OIL Pelumas


Kalau bicara soal Oli,mungkin kadang salah kaprah juga sih kalo masalah seperti itu kita tanyakan kepada ahli perminyakan. Karena para ahli perminyakan tidak pernah membahas seperti itu. MEreka lebih cenderung ke proses bagaimana kandungan alam minyak itu terbentuk beserta metode-metode eksplorasinya. Jika kita membicarakan tentang Viskositas Oli pelumas mungkinlebih tepat tanya ke orang Mesin atau Automotive.Namun demikian,untuk sekedar tahu saya akan mencoba berlatih membahasnya.

Jadi setiap mesin,apapun itu pasti membutuhkan pelumas agar ketahanan mesin itu tetap terjaga dan menjaga dari keausan dari metal itu sendiri. sehingga Jenis Oli pelumas ini sangat mempengaruhi life time dari sebuah mesin.

Semua jenis oli pada dasarnya sama. Yakni sebagai bahan pelumas agar mesin berjalan mulus dan bebas gangguan.

Oli mengandung lapisan-lapisan halus, berfungsi mencegah terjadinya benturan antar logam dengan logam komponen mesin seminimal mungkin, mencegah goresan atau keausan. Untuk beberapa keperluan tertentu, aplikasi khusus pada fungsi tertentu, oli dituntut memiliki sejumlah fungsi-fungsi tambahan. Mesin diesel misalnya, secara normal beroperasi pada kecepatan rendah tetapi memiliki temperatur yang lebih tinggi dibandingkan dengan Mesin bensin. Mesin diesel juga memiliki kondisi kondusif yang lebih besar yang dapat menimbulkan oksidasi oli, penumpukan deposit dan perkaratan logam-logam bearing.

Untuk jenisnya,Oli pelumas sendiri dibedakan menjadi Oli  mineral dan Oli sintetis. Oli mineral berbahan bakar oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan.
Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka
jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang
ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga
mengganggu pemakaian mesin.

Yang Kedua yaitu Oli Sintetis. Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksibila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.
Sementara mengenai hal-hal yang sering kita dengar saat kita dibengkel adalah mengenai Kontaminasi. Kontaminasi terjadi dengan adanya benda-benda asing atau partikel pencemar di dalam oli. Terdapat delapan macam
benda pencemar biasa terdapat dalam oli yakni
– Keausan elemen. Ini menunjukkan beberapa elemen biasanya terdiri dari tembaga, besi, chrominium, aluminium,
timah, molybdenum, silikon, nikel atau magnesium.
– Kotoran atau jelaga. Kotoran dapat masuk kedalam oli melalui embusan udara lewat sela-sela ring dan melaui sela
lapisan oli tipis kemudian merambat menuruni dinding selinder. Jelaga timbul dari bahan bakar yang tidak habis. Kepulan
asam hitam dan kotornya filter udara menandai terjadinya jelaga.
– Bahan Bakar
– Air. Ini merupakan produk sampingan pembakaran dan biasanya terjadi melalui timbunan gas buang. Air dapat
memadat di crankcase ketika temperatur operasional mesin kurang memadai.
– Ethylene gycol (anti beku)
– Produk-produk belerang/asam.
– Produuk-produk oksidasi Mengakibatkan oli bertambah kental. Daya oksidasi meningkat oleh tingginya tempratur
udara masuk.
– Produk-produk Nitrasi. Nitrasi nampak pada mesin berbahan bakar gas alam.
WrAin System Official Website

http://sheldiez.panglimaorganizer.com