Teluk Ngrenean


Pantai Ngrenean. begitulah sebutan bagi pelabuhan teluk yang indah ini. Bukan sebagai pelabuhan ikan saja. Tapi teluk. 2 jam kami tempuh dari Kota Bantul manggunakan kendaraan roda dua. Jika dari Jogjakarta mungkin terasa lebih dari itu karena jalur pantai renean paling dekat dengan jalur Imogiri-Panggang. Jalannya cukup membingungkan, saya sempat dua kali ketempat ini. Pemandangan desa yang sangat kental dengan Agrarisnya menjadi hal yang tak pernah kita lupakan. Apalagi teluk Renean diapit oleh dua bukit sehingga kita sering menjumpai beberapa pemancing yang hendak memancing dengan peralatan mirip dengan Pendaki-pendaki gunung yang mau Mountenering. Pantai teluk ini tepatnya berada di wilayah Kabupaten Gunung Kidul kurang lebih 54KM dari Kota Bantul. Awal pergi kesana sebenarnya diajak oleh teman saya sekampung, Rizal. Akhirnya saya,Rizal,Hama, Saha Jr, dan Arip pergi traveling bersama pukul satu siang. cuaca saat itu cukup bersahabat.Namun ada yang terlupakan. Kita tidak membawa peralatan dokumentasi sob!aida,sayang sekali. Sehingga kita hanya menggunakan kamera seadanya dan sedikit cuap-cuap untuk menjelaskan kepada reakn BLOGist semua. KEadaan disana untuk membeli ikan bisa dikatakan sangat murah dan memasaknyapun saya bisa menilai sangat MURAH. kakap 1KG seharga 15 ribu,masaknya puls nasi 4 ribu.Bueeh……gila sob,

Berbicara soal kuliner ada hal yang manstab sob.Sambal khas pantai di Gunung Kidul menjadi hal yang tak terlupakan. Puedesnya,Maknyos.sumpah,pudesnya puoll,mirip dengan gurame rica-rica ala Sawah.isinya biji lombok semua.tapi manstab pisan. setelah makan dan kenyang, mari kita berkelana ke alam. Warna pantainya sangat khas,Hijau kebiru-biruan,selain itu pasirnya putih dan di kelilingi oleh dua bukit yang mengapit. Kondisi inilah yang menjadikan Ngrenean mirip dengan teluk. Kalo buat renang, mantab, Savety banget! Oh iya, pernah lihat film laskar Pelangi?ternyata di Jogjakarta juga terdapat pantai yang punya banyak batu-batuan seperti itu. dan disinilah tempatnya. Sumpah, keren!!!!

One response to “Teluk Ngrenean

Comments are closed.