Ada Apa Dengan Pertamina


Target Pertamina sebagai NOC [National Oil Company] yang akan mensejajarkandengan Petronas saya kira terlalau tergesa-gesa. Dengan target melakukan pemasaran dan jangan samapi tersendatpun saya pikir sudah cukup bagus kredebilitasnya. Mengingat beberapa masalah terkait dengan proses Distribusi yang kenceng Kendor Kendor [konon ini yang menyebabkan Ari dari Dirut Pertamina Oleh Tuan SBY digantikan oleh Bu Karen. Ari dianggap gagal menyelenggarakan program pemerintah untuk menggantikan konsumsi minyak tanah dengan gas, serta menjamin pasok bahan bakar minyak setelah tiga kali harga BBM diturunkan.].Selamat buat Bu Karen Agustiawan. Kalau bicara bicara tentang Dirut Pertamina yang baru ini saya waktu sarapan pagi tadi [read: selamat pagi Indonesia] saya mulai menilai bahwa Bu Karen ini seorang Engineer handal lulusan Teknik Fisika ITB dan beberapa menempuh karir di Halliburton sebagai Konsultan dan setelah itu menjabat Dir Bagian pemasaran kayaknya [jika salah mohon koreksinya]. secara naluri jiwa seorang Teknokrat sangat kental dengan hal yang berbau efektifisasi dan efisiensi secara periodik. sehingga kemungkinan Bu Karen akan membawa Pertamina kearah kemajuan, hanya saja kalau untuk mengimbangi Petronas saya pikir terlalu jauh dan mungkin itu sekedar kata kiasan yang hiperbolis saja. Bayangkan saja, Petrons itu mempunyai akses 10 kali lipat dari Pertamina. tapi ya sebuah harapan itu pasti ada.

Kenapa saya cukup pesimis?saya belajar dan mencoba memahami kondisi pertamina dari ledakan Depo Plumpang kemaren, 5000Ton BBM habis dan rusak terbakar. ini kemungkinan ada aktor “MAFIA” permiyakan.waduh kok samapi situ ya dek?saya juga belum tahu mas…Sejak kapan Indonesia keluar dari OPEC?sejak 2008 saat harga minyak menembus 140$/BBr nda.selama ini BBM dan minyak dari Pertamina diperoleh lewat trailer bukan dari produsen secara langsung.  Logikanya psti lebih murah membeli dari produsen to ya?tapi ya siapa tahu itu membuat negara ini menjadi lebih baik?saya sendiri cm beropini lho,wong saya juga blm lulus kuliah.huhahaha..

Kembali ke topik,apakah alasan penggantian ini syarat dengan makna Politik?kita tahu  Beberapa catatan pergantian Dirut Pertamina diakui Tjatur [komisi VII DPR] merupakan bentuk politisasi Pertamina oleh pemerintah. ”Widya Purnama diganti karena tidak mau teken Blok Cepu untuk Exxon, sedangkan Martiono diganti karena menolak UU Migas” sementara kalau Ari ini sedang tersangkut masalah Blok Natuna D-Alpha,tau sendiri khan di Natuna itu bercokol IOC2 yang manstab,dan disanalah ladangnya ELINS bertanam dan mendarmabhaktikan ilmunya [semoga ELINERS pada baca ini].

Dari hasil seleksi, konsultan Pertamina Wood Mackenzie telah menentukan delapan perusahaan yang masuk dalam daftar rekanan Pertamina. Perusahaan-perusahaan itu adalah ExxonMobil (Amerika Serikat,IOC nomer satu sejagat), Total Oil (Prancis), Chevron (Amerika Serikat), Statoil (Norwegia), Shell (lengkapnya Red Deutch Shell termasuk 7 syster,Belanda), ENI (Italia), CNPC (NOC China) ato CNOOC, dan Petronas (NOC Malaysia).

One response to “Ada Apa Dengan Pertamina

Comments are closed.