KKN (Kuliah Kerja Nyantai)


Akhir-akhir ini saya cukup terforsir dengan beberapa agenda yang saya pikir cukup menyita tenaga. Bagaimana tidak, semester 6 bro saya ini. tapi masih belum punya softskill yang jelas, masih berangkat kuliah tiap pagi ngulang sebuah mata kuliah yang paling mengerikan lagi (AGAMA). Matakuliah paling mengerikan karena bias jadi saya tidak lulus gara-gara nilai Agama D. belum lagi bikin dua proposal yang saya pikir harus cepat-cepat dipersiapkan dengan matang. Diluar itu kepenatan itu masih dibayang2i beberapa target Pemilu(maklum, ternyata saya juga mulai merambah kearah politik alias jadi kader politik salah satu Caleg, lha tetanggaku sendiri je).Huft,subhanallah, seandainya saya boleh berdoa saya ingin waktu saya ditambah dari 24 jam menjadi 30 jam. Lumayan 6 jam untuk tidur dan istirahat.
Namun kesibukan saya sekarang mungkin baru merupakan awal daari semuanya. yah, kesibukan KKN. Sebenarnya kenapa harus ada KKN seh? Pertanyaan ini mungkin pernah bertengger dalam benak saya, beberapa literaturs mengatakan bahwa pada sebuat PT (read: Perguruan Tinggi) ada semacam CSR layaknya sebuah perusahaan. Dari situlayh perguruan tinggi itu mampu memenuhinya. dengan mengandalakan sumber daya manusia alias Mahasiswanya, kita dipaksa dan harus membaur dengan rakyat, harus melakukan pemberdayaan masyarakat, serta mencoba memberikan semacam sumbang sih kepada rakyat/ masyarakat secara riil. Namun dalam perkembangannya sendiri proses semacam dianggap hanya nyampah, hanya omdo (bahasanya susi Omong Doank)sehingga banyak perguruan tinggi mulai menghapus KKN dari silabus mereka, sebut saja UPN, dsb. Selain itu program KKN yang disuguhkan amat sanagt minim yaitu PBA, ya pemberantasan buta aksara. Sehingga dari latar belakang inilah muncul namanya KKN TEMATIK. owalah kaya gt to. awal mulanya KKN dengan tema dari Mahasiswa itu.
Bagi mahasiswa sebuah ide itu bisa mudah namun juga bisa sulit. Terutama saya, mudah saja ide itu muncul, namun dalam memanajemen ide itu kadang saya menemui kendala. Baik internal maupun eksternal.
Berbicara ide, saya baru saya berBuddy dengan salah satu senior saya, Mas Dept.Beliau banyak memberikan masukan kepada saya mulai dari tema bikin network antar instansi dalam satu kecamatan hingga bikin pelatihan Sistem Informasi bagi UKM. Maklum beliau memang jago dalam dunia IT. Kalo saya juga nggak jauh2 beda, masih sekitar IT juga. Kemaren ada ide sebenarnya. Penanaman sistem telemetri pemantau debit air sungai Progo di Kecamatan Srandakan. Apa itu?mau tahu? tunggu posting saya selanjutnya…

BTW Kemaren habis berhasil bidding sebuah barang dan berhasil transaksi saya membuka email. Ya Tuhan, ternyata proposal dikejar oleh deathline. Ya Allah, saya terlupakan sesaat karena terlalu asyik bidding barang di FJB. dan akhirnya saya memutuskan untuk memulai menggarap proposal nglembur hingga jam 2an tadi malam.
Email yang saya terima berasal dari sponsorsip dan dari sana ingin kita langsung bikin dan di review.Saya juga tidak mengira jadinya seperti ini, mungkin Tuhan lagi menguji saya mungkin ya.
Berbicara mengenai cari sponsorship adalah:
1. Proposal
Proposal sponsorship setahu saya harus dibikin sebaik mungkindan usahakan ada sebuah keuntungan bagi corporate yang akan kita bidik sebagai sponsor. Misalnya “DENGAN ADANYA PROGRAM INI SEMOGA DAYA BELI MASYRAKAT MENINGKAT DAN MULAI MENGENAL SECARA BENAR APA YANG DISEBUT GLOBAL WARMING”
2. Muka Tebal
Bahasa walandanya “rai gedhek” ato dalam bahasa jawa “Self Confidence”
jika anda menghadap ataupun presentasi dihadapan orang, hindari namanya grogri, pengalam saya dengan menarik nafas dalam-dalam berkali-kali bisa mengurangi denyutan jantung kita hingga kita bisa normal kembali. Anggap yang anda ajak bicara itu mengerti dan paham tentang apa yang kita bicarakan.
3. Jangan Pantang Menyerah
no comment kalo ini. Pasti sudah banyak yang tahu.
4. Usahakan sukses untuk langkah 1,2,3
Akhirnya tembus juga saya,tembus kesamping dan kedalam,jadi risih…
Huakakakakakakakakakakakakakakakakakaakkkkkk
Pengen cari lagi…
Biasanya untuk membidik apa yang namanya sponsorship, kita perlu adanya link ke dalam baik secara personal maupun sok personal alias sok kenal. Biasanya masalah seperti itu ditangani oleh bagian Public and relationshipnya. sering-sering saja ngobrol dan ntarktir dia. Namun jika seperti itu masih belum bisa coba tanyakan ke pihak LPPM. Setahu saya dari LPPM mempunyai semacam kerjasama baik dengan pemerintah daerah maupun dengan instansi-instansi swasta terkait. Seperti BNI, BRI,World Bank, Freeport, TOA Japan, Chevron, Pemprop Riau, Pemda Kutai Kertanegara, Pemda Gunung Kidul, Bantul, dsb. Coba ditanyakan kesana. Siapa tahu ada celah disana.
Sering saya iri, kenapa saya ditinggalkan oleh teman-teman saya. Huhuhuhu…I Love You Friends…

2 responses to “KKN (Kuliah Kerja Nyantai)

  1. …………senior saya, Mas Dept.Beliau banyak memberikan masukan kepada saya………….Maklum beliau memang jago dalam dunia IT……..

    saya hanya bisa bilang Amin…saya baru belajar mas dab…dan jangan nyebut dengan beliau lah..jadi tidak enak didengar..hahaha…mari belajar bersama….

    Kalau boleh jujur..KKN itu penuh dengan rekasaya..hahaha..

Comments are closed.