Wanita Di Sudut Batavia


Prolog:
sebelumnya Cerpen ketikan ini saya persembahkan Buat teman saya, Nindi di Solo.(Mari kita melawan dahsyatnya dunia ini). Tak lupa juga buat mbak Nina yang udah 2 hari kerja di Exxon Mobile.(Jaga diri ya mbak, mbak terlalu ramah dan polos, sekali-kali ungkapkan kemarahan mbak…Saya akan selalu ingat kata2 mbak.“Jangan lupa Kuliah ya Dek”).Aku ngrasa mbak sekarang sibuk dan suatu saat aku pasti juga akan seperti itu mbak. buat Idris, teman saya yang lagi asyik SEO “Kampanye Damai Pemilu 2009” di meja sebelah saya (aku bantu backing up gan).Buat teman-teman KKN, Fredi, Fikri,Lia, Mita, Sukma.u are the best.

Hatta saat itu termenung dipojok dinding cina sebelah barat keraton. Memang beberapa waktu yang lalu komunitas cina membangun dinding untuk sekedar menunjukan kepada pihak kompeni belanda tentang keberadaan pecinan.Pikiran Hatta saat itu masih dalam pelukan Dayu, seorang yang dia kagumi sejak dia menginjakan bangku SMA. Sosok Dayu yang anggun, berhidung mancung, dan ramah membuat Hatta mati kutu. Sudah beberapa kali dia kepergok mentah-mentahan ma Dayu sedang mencuri-curi pandang. Dan hal ini membuat Hatta semakin salting, pernah sekali saat menyeberang janSud karena asyik mengamati Dayu maka mobil dibelakngnya membunyikan berkali-kali namun tetap saja nggak berkutit, namun saat Dayu menghampirinya maka Hatta langsung sadar dan latah saja maki-makian menghampiri mukanya.
Antara pikiran Hatta dan Dayu ibarat dua pasang yang malang, Hatta anak dari jUragan teh di daerah Bogor bermata sipit. Sementara Dayu adalah anak seorang Wiku yang Alim didaerah Batavia. Percintaan mereka belum pernah terwujud. Aral beteng rasis masih terlalu kejam untuk mereka. Mulai dari perbedaan agama hingga masalah hak rasis.
Suasana adu pojok ini terus terlewatkan hingga mentari enggan lagi nampak, hanya tinggal beberapa sinarnya yang membuat langit terlihat agak merah. Asap Mild yang dihisap oleh HAtta terus menerus menggerogoti paru-parunya. Sebenarnya Dayu merasa iba kenapa Hatta menjadi perokok berat. apakah Hatta memikirkan dirinya?Hati Dayu selalu memberikan argumen sebagai wujud membesarkan hatinya sendiri.
Tiba-tiba entah angin mana yang membawa sebuah niat yang begitu kuat dari Hatta untuk menghampiri sang pujaan hati. Sebenarnya saat itu sedang muncul peperangan dalam diri Hatta sendiri, antara takut, dan grogi. Namun ada yang lebih bisa menguatkan dia untuk melakukan itu semua. Karena 3 hari lagi dia akan dijodohkan dengan Tyas. Gadis paling cantik di komplek Pecinan Batavia.

“Oh mas Hatta, ada apa? Saya lihat dari tadi bengong terus. Menghabiskan rokok banyak, ga sakit apa mas?” Perkataan Dayu seolah-olah memberikan angin segar bagi Hatta, perhatian yang simple dan jarang ia temukan dengan wanita apapun (sekedar gosip, menurut Halloselebritis Hatta ini termasuk jajaran artis yang suka gonta-ganti pasangan)

“Hah?” perkataan retorik Hatta ternyata lebih simple. Denyut jantungnya terasa bertambah lebih kencang lagi. Ya maklum lah, Dayu adalah orang yang cukup memberikan arti dan selama ini Hatta hanya menjadi pemuja rahasianya saja.
“hah, nggak ada apa2 kok yu, aku hanya berpikir, kita sering bertatap muka, namun nggak ada salahnya juga khan aku menyapa dan menghampirimu untuk saat ini?”
Tiba-tiba Tyas datang dengan mobil mercynya yang masih kinclong habis di cuci dan menghampiri dimana Hatta dan Dayu berdiri.

Dengan nada manja yang khas tyas melepaskan sebuah kaliimat yang tak terduga sebelumnya “Eh mas Hatta, kemana saja?aku mencarimu dari tadi.Kita harus menyiapkan pernikahan kita besok sayang..”
Perkataan yang cukup untuk membuat hati Hatta malu didepan Dayu. Hatta terdiam sejenak dan segera melambaikan tangan kearah Dayu seperti halnya anjing yang nurut dengan majikannya. Mirip aksi dari Jet Lee dalam film theDOGnya. Sepertinya Tyas telah memberinya pelet atau jaran goyang rupanya.

Tiba saatnya Hatta dan Tyas beranjak pergi, tatapan Dayu mulai sayu. Seolah-olah pilu memberikan arti pada dia untuk sejenak tegar menangkap arti dari perkataan Tyas tadi. Apakah benar Hatta akan segera nikah bersama Tyas untuk esok pagi? Bayangan Dayu mulai mengambah kemimpi cemburu. Ternyata Dayu juga mempunyai perasaan yang sama kepada Hatta, namun saat ini dia belum berani mengungkapkan apa yang dia rasakan karena dia sadar, ayahnya tidak mungkin mengijinkan dia berteman dengan orang pecinan. Faktor histori telah membuat ayahnay berpikiran bahwa “Cina itu Pelit dan Sadis” beberapa saudara dari Wiku Sudyana pulang hanya nama karena mengadu nasib ke negeri tirai bambu itu. Ada kabar yang sempat beredar di daerah Batavia bahwa terjadi pembersihan etnis besar-besaran oleh penguasa istana Peking. Semua orang asing tak luput dari insiden itu, semua warga kulit putih dan ras sawo matang diungsikan di barak konsentrasi. Dan disana menurut inteligen dari Jenderal Van Den William semua tulkang pijat dari Indonesia mati disana semua. Itulah mengapa Sang Wiku sangat anti terhadap marga bermata sipit.

Tak terasa hati wanita itu mulai luluh juga, mulai luntur oleh perasaannya sendiri yang terasa bertepuk sebelah tangan. Air mata terlihat tertahan diantara sela-sela matanya. Tak pernah menetes deras, hanya tertahan disitu, seolah mengatakan bahwa dia harus tetap tegar dalam kenyataan yang terdengar pahit. Dengan sejenak menghela nafas panjang, dia mulai menyadari makna kasih sayang dalam dirinya.

9 responses to “Wanita Di Sudut Batavia

  1. to be continued lagi…
    di ajak ma tetangga makan bebek…
    pulang dulu…
    terimakasih…
    nanti malam continue lagi

  2. @mas sul:weh mas, ternyata rasido.Lekondo arep dijak mas ari mBebek nang pundong…
    @ajibani:rasah melu2. mbangane tak bekekeng.Jam 9 wes turu we….PISS…

  3. mohon maaf sebelumnya…
    untuk pemilihan judul Cerpen memang ada latar belakang si penulis mengambil judul tentang batavia (sebenarnya setting tempat seh).
    untuk penamaan tokohnya awalnya mencuplik dari tokoh pelaku legenda tombak baru klinting (pembayun, mangir wanabaya, panembahan senapati) namun penulis merasa itu terlalu tinggi dan palacesentrik. maka saat pulang dari kuliah penulis melihat salah satu film judulnya “Cowokku Pacar yang Hebat” yang mengambil setting sekitar pantai di BAli. MAka penulis mengambilnya sebagai nama tokoh untuk ditaruh dalam cerpen yang nggak jelas ini.
    Film tersebut diputer di SCTV sekitar pukul 11.00 PM WIB.

Comments are closed.