Syukur, berbagi, memahami dan menyayangi


Alhamdulillah, mungkin komentar sepeerti itu yang saya ucapkan saat saya berada di hari Jumat. Kegiatan kampus mulai dari praktikum hingga kegiatan kampus otomatis akan saya hentikan untuk sesaat. Weekend adalah waktu saya untuk berbagi dengan masyarakat saya sekitar, dengan keluarga, dan kawan-kawan lama. Namun aktifitas saya akhir-akhir ini kurang konsisten kearah itu. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah proposal KKN ESD yang sempat di tolak oleh pihak LPPM. Seandainya saya boleh berbagi dengan pembaca sekalian, beberapa faktor kenapa proposal itu ditolak diantaranya

Dosen pengusulnya kurang satu.
Anggaran tidak menyertakan Hibah ESD.
Program kerja kurang mengerucut, masih melebar.
dan masih adanya troble sistem dalam teamwork.

Itu dulu saja mengenai hal KKN. dan semoga bagi rekan-rekan saya yang sekelompok KKN mau memberikan masukan ataupun menjadikan apa yang saya tuliskan sebagai bahan instropeksi, silahkan.

Disisi lain (read: selain KKN) saya mulai menikmati indahnya hidup bersama teman-teman saya. Sekarang saya menjadi lebih nyaman dengan kawand-kawand yang kadang dengan mereka saya bisa berbagi. Mungkin sebuah kalimat yang cukup familiar bagi telinga kita “bersyukurlah, maka TuhanMu akan menambah nikmat yang kamu syukuri” Terdengar simple, namun mempunyai arti yang begitu dalam. Banyak cara kita bisa bersyukur, dan untuk saat ini saya mencoba bagi diri saya untuk bersyukur dengan memahami teman-teman saya, memahami lingkungan saya, dan memahami diri saya sendiri. Jika ibu saya bilang, “kamu akan tahu 1+1=2 dengan otak, namun kamu akan tahu orang itu tidak senang denganmu dengan perasaan” Semakin tajam perasaan seseorang maka akan semakin peka dia terhadap apa yang orang lain lakukan. Contoh konkritnya:

beberapa waktu lalu saya dan fikri mengubah sampul proposal KKN di sebelah barat KG, mas foto copynya itu klemar-klemer (read:kurang siap dan tanggap)maka saya dan fikri memperlihatkan gelagat-gelagat yang menunjukan Kami (saya dan fikri) ingin cepat selesai itu sampul. salah satunya saya bilang dengan nada keras “Mas, nggak usah rapi2” maka orangnya baru sadar jika saya kurang suka dengan gelagatnya yang kurang siap dan tanggap.

Saya cukup bersyukur, mempunyai banyak teman sehingga saya bisa berbagi dengan banyak teman juga. Mereka sekiranya tahu apa permasalahan saya dan dengan cara itu saya bisa mengurangi beban saya dan berbagi masalah. Kepercayaan terhadap teman untuk saya adalah segalanya, terlebih jika dia tahu masalah saya. Jika diistilahkan dalam bahasa teknologi Os, WYSIWYG (What You See Is What You Get)

Diminggu kemaren saya juga menemukan sebuah kata yang mungkin saya merasakannya. Ya alhamdulillah Tuhan masih memberikan siraman kalbu kepada saya untuk bersyukur, karena saya masih bisa merasakan indahnya kasih sayang terhadap makhluk ciptaannya. Hanya saja, saya mulai berpikir, saya tak pantas memilikinya. Karena dia terlalu sempurna. Sempurna untuk seukuran saya. Tuhan maha Rahman dan Rahim, sehingga saya kadang tak kuasa saat Dia memberikan sebuah keputusan yang berbeda dengan yang saya inginkan. Namun saya yakin, Tuhan akan memasangkan hambanya yang baik dengan yang baik pula. Dan sebuah harapan yang mungkin orang bilang cukup pesimis dan pasif “Jika aku dan dia berjodoh maka dekatkanlah.Namun jika dia bukan jodohku maka jauhkanlah” Perasaan seperti ini lebih indah dari apapun, hingga sering saya berpikir saat saya sering memikirkan hal seperti itu, saya akan makin sayang. Namun apakah dia seperti itu?apakah dia juga mempunyai perasaan sayang terhadap saya?
Namun saya menjadi pesimis juga, saat saya tahu banyak orang yang lebih baik dari saya menanti dia diujung sana. Dengan sedikit menghela nafas panjang saya mulai berpikir, yang saya rasakan ini nafsu atau murni kasih sayang? Teringat filmnya bang Fandi di Kiamat sudah Dekat, kasih sayang itu ikhlas, ikhlas akan keputusanNya. Karena keputusanNya pasti keputusan yang terbaik. Itulah kasih sayang, dan mampu memelihara apa yang kita sayangi, tanpa merusak, bahkan berbuat Dosa. Terbilang cukup alim. Namun itulah yang saya rasakan, semoga saya bisa mencapai tahap itu. Amien.

6 responses to “Syukur, berbagi, memahami dan menyayangi

  1. siap mas…dan semoga saya bisa menerima yang terbaik itu. KArena yang terbaik kadang bukan yang terbaik dimata saya untuk saat itu.hh

  2. hummm…….dalam sekaleeee……

    Tenang tah….Allah tidak akan memberi cobaan, diluar kemampuan hambanya…

    ikhlas…masalah itu bagian dari pendewasaaan guys…hidup tanpa masalah itu hampa..

    nah tapi….bukan berarti cari-cari masalah…heheheheheh

  3. alhamdulillah ka, setelah kesulitan maka akan datang kemudahan dan sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang beriman..hahahaha..

    pandangan orang yang optimis itu gn ka, “KITA DILAHIRKAN DIDUNIA UNTUK MEMECAHKAN MASALAH”

Comments are closed.