Pelanggaran PEMILU Legislatif Bantul


Pelanggaran Pemilu Legislatif Tingkat Kabupaten Bantul 2009 ini berawal dari perilaku caleg peserta Pemilu Legislatif Tingkat Kabupaten Bantul yang berada di wilayah Dapil I (Bantul, Jetis, Bambanglipuro) yang memberikan “amplopan” sebesar Rp.10.000 rupiah.Semalam sebelum pemilihan Pemilu 2009 saya bersama ceplok aka anang, bersama brodoth aka adhit Saha Jr. melakukan sweeping di sekitar komplek rumah , alhasil sik ceplok menemukan bisikan bahwa akan ada pembagian uang sebanyak 10ribu rupiah dari calon legislatif Ir.Atmaji dari Partai AN yang kebetulan juga sedang menjabat DPRD Tingkat II kabupaten Bantul. Ini dia Pelanggaran Pemilu Legislatif Tingkat Kabupaten Bantul tahun 2009 yang menjadi realita dalam masyarakat Bantul. Kejadian ini juga dialami oleh rekan-rekan saya yang berada di daerah PAlihan Bambanglipuro, Niten, dsb.Pelanggaran Pemilu Legislatif Tingkat Kabupaten Bantul ini bisa jadi memberikan sikap skeptis pada masyarakat terhadap kepercayaan mereka pada para wakil rakyat.semoga Pelanggaran Pemilu Legislatif Tingkat Kabupaten Bantul tahun 2009 ini tidak terjadi lagi dimasa yang selanjutnya. Terlebih saat pemilihan Presiden dan Wakil Presiden nanti. Seorang hamba mempunyai hak untuk bersuara, tanpa boleh ada seorang melakukan intimidasi apapun bentuknya. Karena itu adalah sebuah Hak.Hak yang terlandasi secara konstitusi dari Declaration Of Human Right.

Dari beberapa sumber yang saya dapat saya mendapatkan informasi bahwa selama ini Pak Atmaji yang menjabat sebagai anggota DPRD Bantul Komisi A dari Fraksi Amanat Nasional ini aktif dalam mengembangkan salah satu lembaga pendidikan di Kota bantul ini.

Buat Panwaslu dan segenap jajaran instansi terkait semoga ini menjadi masukan dan bisa ditindak lanjuti oleh pihak-pihak terkait. Postingan ini hanya semata2 bersifat control dan awarness saja.Sebatas yang saya tahu dan alami.terimakasih….Salam Hangat…maaf penuh sensor…PISS ah…damai…
Jaga selalu ukhuwah dan pelihara selalu ukhuwah itu, kalo lewat dekat saudara ya mampir.

14 responses to “Pelanggaran PEMILU Legislatif Bantul

  1. oh yo tah,
    kui si Atmaji, le kondo wes di proses karo hukum,mbuh aku benere pie
    wingi sore muncul ditipi. Jogja Tipi..
    terkenal mendadak kae..
    mirip artis je….

    tonggoku entok kaos barang seko atmaji.Sugeh…
    seko PAN to????fraksi PAN…komisi A lho…

  2. ada di harjo edisi kemaren mas fucker, loh.???sebenarnya banyak penyimpangan2nya..hnya saja yang tidak dibawa ke atas itu dikit sekali…ya beginilah indonesia, untuk menuju pesta demokrasi yang benar2 demokrasi sangat sulit dan penuh rintangan…

  3. wah nggaya, saiki wis pr loro🙂
    jaman saiki uang 10rb nyampe mana kang..
    coba tiap caleg ngasih 10rb.. pingke wae..

    enak pasti yo, pemilu panen duit..

    ha ha ha..

  4. Tah kalo di deket rumahku di pwt malah ada yg bagi2 50ribu, dr partai mocong putih… Tapi di TPS dkt rmhku malah masih kalah ma caleg yang “miskin” tp berhati bersih dr partai yg katanya jg bersih. Padahal tuh caleg “miskin” baru pasang poster aja H-7 saking gak modalnya, modalnya cuma pengabdian dan ketulusan.

    Tapi itulah Indonesia, kelakuan si caleg kaya tadi cuma dianggep biasa aja ma masyarakat sekitar. Padahal 50 ribu itulah yang bikin Indonesia hancur. Masa negeri kita tercinta cuma seharga 50ribu? mau mau mau???

  5. ha anjorr…ditempat kami fik, ada juga yang kasih 150 ribu fik, tapi ggak dibawa ke Panwaslu.sebenarnya itu merupakan langkah politik juga dari tiap partai dan caleg. LAngkah politik yang busuk fik, yang kasus diatas itu malah dilimpahkan oleh Panwaslu ke Polisi setempat…
    aku bingung kok jadi malah kaya kasus Pidana ya….??yang aneh lagi suaranya tetep nggak hangus.jadi tetep dalam penghitungan suara. apakah hukum dibuat untuk dilanggar???ato dipermainkan???
    ya begitulah plemik dalam masyarakat yang kadang membutuhkan konsistensi kita untuk berpikir dan bersikap sebagai oposisi.Saat kita mencontreng sebenarnya kerja kita demio demokrasi bangsa ini baru dimulai,karena saat itu kita mulai untuk menjadi controll of democracy, menjadi pengawas dari jalannya demokrasi itu sendiri hingga jangan sampai terjadi pelanggaran, minimal meminimalisasi lah..

  6. Weh 1 lagi boz,
    mange yg d kalimat bwah ndri yg g mampir t
    sapa?.
    Kyk’na t jg org penting
    d suatu ktua ormas pemuda di bantul ya?.
    Trus katana dia jga team suck’ses e “ATM”, wah t namana mala membuat ormas yg d ketuaina “di idak-idak” !! Haha,
    tp ketok e wi sedulurq e,
    tp yo tetep ra tak
    anggep sedulur !!
    Ckakakakak

  7. Ternyata setelah 3hari q merenung , hee
    “masyarakat telah d bodohi dgn adanya pemilu yg bersifat kapitalis !.”
    ataupun Suara maysyarakat di hargai dgn 1 bungkus rokok “Marboro”,
    ironinya, hanya sjmlah pemilih crdas sktr 20% dr masyrkt d indonesia raya merdeka ini, So . .Rp10.000,-x jml penduduk indo=(hanya brp Milyard uang yg d kluarkan para pngusaha poltk saja)..
    Kasian skali bgsa ini,
    mereka faktual tak dapat d ajak kearah yg lebih cerdas..

    Bnr tdk’na, mungkn anda bisa cri bukti yg jelas sudah kongkrt, mislkan brp byk masyrakt yg menrma suap it d wilyh anda..
    Hee, q ra kagol lho iki

  8. hayo aku ki njiplak seko kata2mu je de…(wothh..mah sebut merek)
    katanya seh KETUA PEMUDA ORMAS agama.
    biasanya mereka commentnya g d “saya yakin pak ATM tidak seperti itu” lha iyo ora mungkin pak atm gt y, pak atm ntu katanya alim kok, katanya….
    Allahuakbar….

    mungkin ini wujud dari proses pendewasaan bangsa kita untuk menuju kearah democrazy,seandainya saya jujur.saya tidak setuju dengan sistem indonesia yang democrazy pancasila. Namanya democrazy pancasila, tapi pelaksanaannya kadang Democrazy tunasusila kang..

    Ckakakakakakkk

  9. Ya kata ayahq gini “Demokrasi itu Busug”,
    apa mksdna q jg blm spnhna paham,,
    tp apa dgn pst dmkrsi yg bru sja qta lkukan akan mnjdkn ngra ini lbih maju?.
    Haha, bulshit !!
    Maju drmna, org yg nntna du2k d parlement adl sosok yg bs d blng mafia/preman/org yg lagi pnya duit. Scra tdk lngsng bgsa ini jg trbwa ke arah yg distruk..
    Indonesia trlalu melht k atas, so klok jatuh jga semakin sakit..

    Boz, coment2 kyk gini t
    byk yg baca g ya?. Hee,
    q cma bhrp mereka2 mmbca,, stdkna q cma ngasih maskan aja, bkn brmksd mrusk ato KAGOL , hahaha

  10. hmmm…mas unregret terimaksih atas kesetiaan anda berkunjung di blog saya.
    sebenarnya saat ada statement bhw demokrasi itu busuk.kembali mari kita ke tujuan awal kenapa negara ini memilih demokrasi dan kenapa dunia ini ada demokrasi. kan dalam sistem demokrasi kepentingan rakyat-lah yang di kedepankan.
    Artinya bahwa segala kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah itu berasasal dari rakyat, oleh rakyat, dan juga untuk kepentingan rakyat. Dalam konteks demokrasi rakyat diposisikan sebagai subjek sekaligus objek dari pelaksanaan system.
    walaupun dalam pelaksanaannya sangat jauh dari kata ideal.

    maka dari itu, bangsa ini sudah digerogoti oleh sifat2 yang gila harta, gila kekuasaan, dan gila wanita.Sehingga sistem yang ada menjadi sangat rapuh.

    Langkah bijak kita saat ini adalah memperbaiki sistem ini atau mengganti dengan sistem yang baru sama sekali.dengan mempersiapkan diri kita sebagai generasi muda yang pasti akan mewarisi bangsa ini.
    hehe…

    mungkin itu yang saya tahu dan sepengetahuan saya mas.

  11. PROPA GANDA POLITIK HASIL QUICK COUNT

    8 juli 2009, beberapa saat setelah gelaran pemilu baru saja dilaksanakan, sejumlah setasiun televisi menayangkan hasil quick count sementara di wilayah Indonesia Timur sebelum gelaran pilplres usai. Sekitar pukul 10.30 WIB atau pukul 12.30 WIT (30 menit sebelum pilpres usai). Apakah maksud dari penayangan hasil quick count tersebut? Benarkah ini upayah propaganda politik untuk mempengaruhi psikologis pemilih agar mencontreng capres tertentu?

    …………………………………………………………..

    Seiring tumbuhnya demokrasi, sedikit banyak mengubah wajah dunia perpolitikan di Indonesia. Bukan sja pada kontestasinya yang berubah, namun juga pada metodologi cara berpolitik. Hal ini diindikasikan dengan menjamurnya lembaga survey sekaligus konsultan politik capres dan cawapres.

    Fungsi sesungguhnya survey/jajak pendapat adalah memantau opini publik, mengintip persepsi, harapan, pendapat apa yang dipikirkan masyarakat. Fungsi normatif survei, menjembatani kepentingan publik (rakyat) dengan penentu kebijakan publik/ pemerintah. Hasil survei yang muncul dipandang sebagai barometer aspirasi masyarakat secara keseluruhan. Bahkan dalam era demokrasi sekarang ini hasil dari lembaga survei dianggap sebagai kekuatan kelima, selain media massa dan trias politica(eksekutif-legislatif-yudikatif). Oleh karena itu lembaga survei kini dianggap sebagai algojo penentu kebijakan publik.

    Seiring bermunculan lembaga survei, Lembaga surveipun berperan ganda: peneliti sekaligus tim konsultan atau tim sukses. lembaga survei menjelma menjadi lembaga komersial yang berafiliasi pada partai politik, tokoh ataupun kelompok tertentu. Lembaga survei beralih fungsi sebagai event organizer, menawarkan jasa, menerima pesanan hasil survei costomer dengan atasnamakan ilmu pengetahuan/kedok metode ilmiah. hasil survei jelas hanya menguntungkan sumber penyandang dana.

    Dengan dasar hasil survei pesanan tadi, sipenyandang dana mempublikasikan penelitian. Tujuannya propaganda politik. Pengumumam hasil survei dinilai sebagian kalangan akan menimbulkan efek bandwagon atau efek yang membuat orang mengikuti apa yang dilakukan orang banyak.

    …………………………………………………

    Menjawab pertanyaan diatas, jelas Quick count saat gelaran pilpres berlangsung adalah upaya sistematis mempengaruhi jalannya pemungutan dan perhitungan suara. Propaganda opini publik, teror untuk mempengaruhi psikologi pemilih agar mencontreng capres tertentu.

    “Akankah Bawaslu memproses kejadian tidak sportif ini??? kita tunggu saja kelanjutannya…..”

Comments are closed.