Saya Ini Mahasiswa


Saat saya memposting malam ini saya ditemani oleh secangkir air putih,lagunya Jacko dan Glenn(Buat raras ngak usah kepingin ya ras…ckikikkk),chat via FB dng mbak nina, Raras dan Rifa,suasana hati yang lagi penuh inspirasi dan buku agenda yang menemani saya selama saya menuntut ilmu dibangku perkuliahan.Buku Agenda saya warna coklat yang sudah mulai hancur itu menemani saya ketika saya melakukan beberapa aktivitas pencarian dan investigasi hingga planning kegiatan sehari-hari saya. Mulai dari masalah komputer hingga masalah pribadi..

Habis Isya saya tertegun dengan buku agenda saya. Setelah saya buka, Subhanallah, ternyata saya pernah menjadi mahasiswa yang sok aktifis.dan setelah saya share bersama teman saya, Raras. Saya mulai tertegun dengan pendapatnya.Apakah saya termasuk orang-orang yang ikut-ikutan?Teringat saat saya pertama kali lihat announcement dari BEM KM periode Pak Abud yang mengadakan Open Recruitment Anggota tepatnya di depan ruangan K FMIPA Utara. Motivasi pertama saya saat ikut Bem, saat itu murni, saya ingin bermanfaat bagi orang lain(Sok idihhh….;-P)Singkat cerita saya membuat paper dengan judul “Perbaikan dan Perubahan Sistem Pemerintahan Menuju Sistem Sosialisasi Merdeka” dan saat interview sempat saya berdiskusi dengan Menteri Advokasi saat itu, Mas Imam (Hukum 04). Dari beliau saya mendapatkan setitik pemahaman yang mengubah dan merombak pola pikir saya sebagai mahasiswa. Mahasiswa merupakan ujung perubahan sebuah bangsa, dari dada generasi mudalah bangsa ini mempunyai arah, dan mahasiswa yang benar-benar mahasiswa adalah mahasiswa yang bermanfaat bagi orang lain.Menjadi mahasiswa yang berkontribusi.

Pulang dari gelanggang saya langsung melakukan Planning awal.Sekali lagi saya menulisnya di buku agenda tersayang saya. Saat itu saya ingin masuk ADvokasi sebagai pilihan pertama dan Aksi dan Propaganda sebagai pilihan kedua. Dan saat pengumuman ternyata saya diterima di Advokasi,yeahh…

Mulai dari situlah saya mengenal dan sering bertandang ke Gelanggang Mahasiswa. mulai dari detik itulah saya bekerja dengan mas Imam(Hukum 04),Very (Psico 07),Arum (Hukum 06), Pram(KT 06),si Pak Bos Ferdinand yang sangat berapi-api(PN 06) dan banyak saudara -saudara saya disana. Saat rapat bersama, kita paling sering membahas tentang RUU BHP dan UM UGM. Saat itu pak Sofyan Effendi masih menjabat sebagai rektor.Saya beberapa kali ditugasi sebagai kurir informasi untuk beberapa maslah terkait dengan mahasiswa. Pertamakali saya menapakan kaki saya di Rektorat yang megah dan angkuh adalah diruangan Pak Sentot, beliau adalah Direktur kemahasiswaan saat itu, beliau dosen Psikologi. Jadi ibaratnya saat kami berdiskusi dengan beliau, jujur saya merasa terdoktrin sedikit dan psikologis saya dipengaruhi oleh beliau. hyiakakaka…Sering akmi memakai recorder dan peralatan canggih lainnya,Wueekkkzzz…

Lantas, banyak teman-teman saya mengidentikan hal yang berbau Demo itu adalah anak advokasi.Departemen Advokasi sendiri saat saya masuk didalamnya dibagi menjadi beberapa divisi.Pembelaan,Analisis dan Investigasi,dan SDM. Sementara jika ada acara Demo,anak Akspro yang turun, mulai dari izin ke Keparat hingga mengonsep rontekk.hanya saja Akspro dan Advo itu ibarat saudara kembar, saling melengkapi satu sama lain.Demo pertama kali saya ikuti dan itu demo yang paling banyak diikuti adalah demo Dies Natalis UGM.Yeahhh…Kami berjalan dari gelanggang menuju GSP.Sampai di Gelanggang mendengarkan orasi,dan yang paling keren dan paling OK adalah berdesak-desakan dengan pak Satpam GSP. sempat leher saya dicekik dengan pak Komandan satpam waktu itu.Anjiirrrr..sepulang dari Aksi saya sempat melihat TV, ternyata saya disana.hihihi..Ntah kenapa saat menjelang demo dan kita melantunkan lagu kebanggaan kita,Indonesia Raya kami seakan-akan mempunyai atmosfer baru yang tak pernah gentar oleh apapun.Sumpah, atmosfernya beda.Seorang yang melantunkan Indonesia Raya akan mempunyai keberanian.

Pengalaman selama saya tidak hanya sampai disitu saja, saat diklat Advokasi di gedung Muhammadiyah Jakal itu, saya, alvi,very,si boss (ferdinand),dan 2 orang teman saya yang namanya saya lupa mencuri-curi untuk pergi keluar,ckakakaka…kebetulan saat itu malam minggu jadi ya masih rame saja walaupun itu jam 12 malam.dan kebanyakan motor yang mengendarai adalah pasangan laki-laki vs wanita.ntah diatas mereka ngapain,mungkin mau pijat refleksi dan pulang kerumah mereka (jika rumah mereka di puncak merapi), tapi yang pasti terjadi dan kebanyakan terjadi begitu sampai mendekati kawasan yang adem mereka (pasangan tadi) langsung masuk ke beberapa losmen, oh ternyata mereka ingin pijat refleksi dan mandi air hangat.cikakakakakkk…singkat cerita kita sampai ke taman Eden dan balik ke bawah lagi, dan tidur…paginya naik lagi dan ternyata…wuihhhh…seger juga ya pemandangan di kawaasan merapi kalo libur tu.hihi..

Cerita masalalu saya diatas (yang ke kaliurang nggak ikut ya) mungkin sekedar gambaran bahwa tak selamanya mahasiswa itu menjadi budak pendidikan, justru kadang saat terjadi ketimpangan sosial mahasiswa harus mengusahakan untuk kembali menjadi adil, saat sebuah sistem itu mengalami penyelewengan, mahasiswalah yang melakukan pembenaran. Agent Of Change dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Memberikan perubahan pada nasib masyarakt ini. Agent of Change disini bukan sekedar politik, namun sebuah perubahan dari banyak bidang kehidupan. Selama ini miris juga saat kita menjumpai mahasiswa yang mempunyai pola pikir sempit,individual. tapi itulah hidup, Saat kita memilih jalan awal disitulah kita menentukan sebuah proses dan akhir.dan inilah jalan saya.Namun semua telah berlalu, sudah saatnya saya kembali ke bangku kuliah, mempelajari apa yang saya dapatkan dari dosen-dosen saya untuk saya kembangkan.

Terimakasih buat Raras yang memberikan saya inspirasi, Rifa yang menemani saya berbincang-bincang, dan Mbak Nina yang selalu memberikan nasihat pada saya yang sangat berarti.Buat teman-teman advo waktu periode Mas Imam dan Mas Rony, sebuah perjuangan itu tak pernah berhenti, karena saat kita berhenti maka kedzoliman sedang tumbuh dengan suburnya.love You all..

6 responses to “Saya Ini Mahasiswa

  1. Song Of Dies Ntalis UGM 46:

    datang dari timur datang dari barat mahasiswa…

    Darah Juang Sob:
    Disini Negeri kami, tempat padi terhampar
    Samuderanya.. kaya raya
    Negeri kami subur Tuhan….
    Di negeri permai ini
    Berjuta rakyat bersimbah luka
    Anak kurus tak sekolah
    Pemuda desa tak kerja
    Mereka dirampas haknya
    Tergusur dan lapar
    Bunda relakan darah juang kami
    Tuk bebaskan rakyat
    Padamu kami berjanji
    Padamu kami berbakti

    Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
    Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
    Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
    Marilah kita berseru “Indonesia bersatu!”

    Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku,
    Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
    Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya.
    Untuk Indonesia Raya.

    Refrein:
    Indonesia Raya,
    Merdeka, Merdeka
    Tanahku, negriku yang kucinta.

    Indonesia Raya,
    Merdeka, Merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya.

    Indonesia Raya,
    Merdeka, Merdeka
    Tanahku, negriku yang kucinta.

    Indonesia Raya,
    Merdeka, Merdeka
    Hiduplah Indonesia Raya.

    Bait 2:
    Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
    Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.
    Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
    Marilah kita mendoa, “Indonesia bahagia!”

    Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya,
    Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
    Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya.
    Untuk Indonesia Raya.

    disambung dengan refrein

    Bait 3:
    Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
    Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
    Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
    Marilah kita berjanji: “Indonesia abadi!”

    Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,
    Pulaunya, lautnya semuanya.
    Majulah Negrinya, Majulah Pandunya.
    Untuk Indonesia Raya.

  2. heh bang kalo yang waktu demo ma pak jarwadi ikood g?
    sekali2 ikood lah demonya ma nak marhen..
    salam kenal y

  3. #antiaparat :ikood juga waktu demo dies natalis 46 bang???keren lagi waktu pak jarwadi tu, yang pak jarwadi di SMS ma semua peserta demo dan pihak rektorat kasih banyak loperan koran sebagai rekayasa memecah massa.keren dah bang…

    #andaadalahpahlawan:ya kapn2 mas, kasih kabar, siap pakaian besi. kapan ada aksi lagi dari saudara2 marhaen kasih kabar yap.Biasanya di depan gedung agung itu.siap gan….MERDEKA.salam kenal mas.hehehe

  4. iya gan,tapi sekarang dah pensiun…
    tinggal sebuah maaaaaasa lalau yang indah gan.
    sekarang mau belajar mirip u gan…
    biar oye seperti juragan tentunya

Comments are closed.