Pocong ato Monyong?


Tadi malam (22 April 09) saya tidur pukul 7. dan saya belum sholat isya waktu itu. Sebelum tidur sepat saya mendapatkan beberapa sms dari teman-teman saya diantaranya Rizal yang mengajak nongkrong tapi agak maleman, dan sms dari cist saya yang curhat masalah keluarga dan si Penggila Sex (read: Pesex) yang minta dibantuin bikin tugas. Namun tiba-tiba HP saya mati, padahal baterai waktu paginya baru saja saya charging 5 jam.dan otomatis saya lepas baterai dan charge dengan menggunakan dekstop charger. dan saya tidur.

Pukul 9 saya dibangunkan adik saya yang saat itu masih di depan komputer mengupdate info bola boli. saya dibangunkan lantaran si Rizal Cs dah nunggu saya untuk ekedar nongkrong dan ngobrol, Plus makan malam (berhubung uang lagi nggak ada saya di traktir…makasih yiaa). Setelah berbicara ngalor ngidul bersama mereka (Rizal, Lelo, Ayip) kami sepakat untuk cari makan malam.saat itu jam menunjukan pukul 12.00 WIB. dari beberapa teman dan tetangga saya rumah saya tergolong rumah yang dikelilingi oleh kebun yang luas dan sunyi, plus pekat. Beteng rumah yang berasal dari pohon jenis rerumputan liar menambah rasa takut orang yang ingin mampir. Belum lagi koleksi arloji dan benda-benda kuno milik ayah saya yang menambah aura mistis.Itu kata mereka. Namun bagi saya yang sudah 20 tahun menghirup udara disini tetap menjadi hal yang biasa. Hal yang lumrah dan jika pekarangan saya terang benderang itu malah nggak lumrah. Singkat cerita kami akhirnya makan Pecel Lele di depan SMP 2 Bantul. Sambil rapat Pleno (gayane….) kami menyantap pecel lele yang renyah dan kriuk-kriuk. Setelah selesai kami pulang kerumah masing-masing dengan kondisi yang memuaskan perut. Nikmatnya dunia pokoknya, begitu bangun tidur diajak ngobrol ngalor ngidul trus ditraktir…khyaaaa..makasih bosss..

Sesampai dirumah saya iseng-iseng buka FBan,dan singat cerita saya chat dengan Pak Bhewok si Dirut BMT (Nama sebenarnya di samarkan,ckakaka…)mulai dari membicarakan polemik politik di kawasan dunia hingga polemik internal partai (hyakakakakkk). dari membicarakan agama, hingga mengarah ke keindahan dunia. hingga sampai pada suatu ketika saya lagi chat bersama beliau tiba2 ada yang ketok pintu, disusul dengan usaha membuka pintu namun tidak bisa.Dan saya buru-buru keluar rumah, saya kira ayah saya namun apa yang terjadi? ternyata sama sekali tidak ada orang sama sekali, hanya bau busuk yang tersisa dan menusuk hidung saya.

Setengah jam kemudian datanglah si Pesek yang minta dibantu bikin tugas. Malam itu kami habiskan hingga pukul 2 pagi dan saya akhirnya tidur dan mimpi buruk hingga jam 6 pagi. Begitulah pengalaman saya malam itu, sebuah malam yang bisa terbilang konyol dan tak bisa masuk akal saya. Namun bagaimanapun juga, ini adalah rumah saya, tempat dimana saya berjuang dan mempersiapkan hidup, tempat dimana saya sering boker, dan tempat dimana saya mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua saya dan kembali meebar kasih sayang itu kesemua anggota keluarga. Jika ada seorang makhluk yang tadi malam sempat mengetuk pintu, “kamu boleh tinggal dirumah kami,dan alam kita berbeda, jangan sekali-kali mengganggu.Dan nikmatilah hidup seperti kau melihat kami menikmati hidup sehari-hari kami.Tapi sekiranya kami salah tolong diingatkan”
Opo maksude…ciakakakakkkk.

6 responses to “Pocong ato Monyong?

  1. emang rumahmu tampak beraura spesifik ya tah…
    wajar saja jika itu terjadi, tp aku selalu di rumah sendirian neh! jadi merinding…

  2. @deptzz: ia gan memang menakutkan, tapi lebih menakutkan daerah sanden, menakutkan sekali daerah sana it.kikikkkk

    @fikri:itulah pengalaman yang pernah lewat pekarangan rumah saya.hehehe…ada penghuni lain lho fik punyamu itu, tapi datangnya pas weekend.tambut panjang, soleh,dan cikikkkkk

Comments are closed.