Itu namanya MUNIR


Munir Said Thalib, (alm) Munir lahir di Malang, Jawa Timur pada 8 Desember 1965 dan meninggal pada 7 September 2004 di pesawat Garuda Jakarta-Amsterdam yang transit di Singapura. Saat beliau ingin melanjutkan studinya di Utherch.

begitulah sedikit catatan yang mungkin selama ini muncul diberita2 nasional.Alumni FH Brawijaya yang berasal dari keluarga arab ini sudah beberapa kali membela beberapa perkara terkait kasus penindasan terhadap beberapa orang dan juga kasus orang hilang yang saat itu ditengarai dilakukan oleh Pasukan mawqar dibawah bendera Kopassus yang saat itu Danjen kopassus itu sendiri adalah Pak Prabowo.

Sempat asiaweeks menobatkan beliau sebagai “Man Of the Year” dan juga sempat mendapatkan semacam penghargaan dari Stockholm swedia atas perannya pada pengendalian terhadap HAM dan juga militaristick watch.

yah selama ini mungkin saya banyak berkecimpung dalam dunia yang sama sekali tak meyentuh aspek hukum atau apalah itu, namun sempat setahun saya mempunyai peran penting dalam sebuah perubahan ” agen Of Change” dari kampus saya. yah menjadi seorang advokat yang melawan arus mepunyai taste tersendiri. mulai di kuntit sampai rumah hingga di foto satu satu dan selanjutnya disebut oleh dosen. hahahaha..namun itulah mahasiswa, kadang untuk menjadi seorang mahasisea yang idealis dan mempunyai jati diri, tak jarang kita berbenturan dengan aturan serta melawan arus sehingga mendaptkan perlawanan. namun disitulah tastenya, kepercayaan diri yang semakin kuat menjadikan mahasiswa itu mmpunyai kredit point tersendiri.

Bila dibandngkan dengan apa yang saya alami, sungguh tak terbayang jika saat itu yang menjadi lawan dari Cak Munir adalah salah satu orang yang punya kuasa dinegeri ini. pantas saja beberapa kasus pengakuan dari Suciwati (Istri Almarhum) mengerikan, bagaimana rumahnya diberi kado berisi ayam yang disembelih dan ada surat kaleng yang berbunyi ” jangan macam-macam atau anda bla bla bla…” Saat perjuangan Munir terhenti oleh kuasaNya, akhirna peran itu digantikan oleh sesosok Suciwati yang tak lain dan tak bukan adalah istri dari almarhum itu sendiri. Perjuangan suciwati mendapatkan simpatik dari pemerintah sehingga pemerintah SBY kala itu menjanjikan sebuah “penyelesaian” dari kasus munir yang saat itu yang menjadi terdakwa adalah Muchdi Pr (Deputi BIN) dan akhirnya Muchdi Pr divonis bebas. apakah itu sebuah penyelesaian yang dimaksud oleh pemerintah kala itu?

One response to “Itu namanya MUNIR

Comments are closed.