Papua…Im Papua


Hmmm dipenghujung Tahun ini ternyata saya mendapatkan sebuah kado istimewa, Kasih yang Istimewa. Istimewa merupaka ukuran buat saya selaku makhlukNya dan itu insyallah wujud rasa syukur saya kepadaNya. Tepat 5 Juli 2009 saya mendapatkannya dan masih bertahan hingga sekarang. Seseorang akan ditambah nikmatnya jika ia termasuk orang yang pandai bersyukur. Insyaallah.

Hari ini merupakan hari pertama saya memberikan kritik pada dia, sebenarnya kritik yang konyol, menyuruh seseorang untuk mempunyai sikap yang sedikit protektif dengan satu tujuan agar saya mendapatkan semacam perhatian, tp sepertinya saya menyesali hal yang saya lakukan tadi. Biarkan seseorang mengerti siapa saya dan memahami saya dengan caranya sendiri. Bukan dengan cara saya. Maaf buat kasih saya.

Habis maghrib terlintas dibenak saya untuk menilhat TV, malam minggu ini suasana sedang luruh dan lesu, langit menurunkan rahmatNya. Mungkin untuk memberikan suasana damai dan toleransi terhadap umat kristiani yang masih merayakan Natalnya. Bisa juga Tuhan memberikan hujan untuk mengenang para korban Tsunami aceh yang saat ini masih terlantar oleh peradaban. Namun hal yang membuat saya berpikir lebih dalam adalah tentang Papua, biar saya belum pernah menginjakan kaki disana. namun saya mempunyai semacam perasaan senasib dengan mereka sebagai kesatuan Indonesia. Sangat disesalkan ketika referendum itu memberikan kesempatan rakyat Irian jaya untuk mengubah nama regional mereka menjadi papua, ntah apa motif dibalik itu semua.

Kenapa Indonesia tidak berdaya mengacuhkan rakyat bumi papua sehingga bangsa lain yang mempedulikan mereka, apakah ini termasuk rasis. Kalau itu masalah rasis, saya ingin kulit saya terbakar menjadi hitam seperti mereka, mempunyai rambut gimbal, dan hidup di papua. Bangsa ini terlalu kerdil jika memandang itu masalah rasis. Di jaman Soekarno, papua selalu berjaya. Disana terbentang merah putih di setiap darah yang mengalir, namun semua itu luntur oleh dendam dan iri, sekarang dalam hati mereka “kenapa kami beda dengan jawa, kita sama-sama rakyat indonesia punya”

Dibumi papua yang merupakan salah satu kelompok pulau terbesar di Dunia bersama Greenland dan Borneo terbentang gugusan pegunungan Jayawijaya. Nama ini didedikasikan oleh Soekarno dengan nama yang berasal dari Jawa. Untuk memberikan pemahaman kepada rakyat Irian jaya, papua dan jawa milik indonesia, dalam pembangunan harus tidak ada perbedaan. Dipuncak papua berdiri dengan kokok puncak Cartenz yang menjadi sumber kekayaan Freeport dan Freeport terus menerus menggali hingga rakyat papua merasakan akibatnya, Limbah.Sebuah perusahaan skala multinasional yang tetep menerapkan risk environment untuk menetapkan keuntungan. Hingga saya pikir sangat wajar jika papua-pun berteriak dan meminta Freeport ditutup. Semua milik mereka, papua, bukan amerika.

Beberapa bulan yang lalu saya sempat meminta izin pada ibu saya tercinta untuk pergi ke Papua,mungkin 5 bulan kedepan. doa seorang ibu amatlah manjur, setidaknya saya menghargai beliau sebagai orang yang telah mengajarkan saya banyak hal dalam hidup. Namun setelah terjadi insiden berdarah di beberapa lokasi mile Freeport akhirnya ibu saya mempunyai pertimbangan lain, biarkan rakya Papua berkembang dengan sendirinya, namun Irian Jaya tetap impian saya.