On 3,5


3,5 tahun sudah amanah sebagai seorang mahasiswa saya emban, itu artinya masa saya sebagai seorang mahasiswa harus segera berakhir karena kebutuhan orang tua saya segera bertambah untuk membiayai adik saya yang ingin masuk ke jenjang universitas. Di awal tahun 2010 ini ketika saya mengetikan postingan break heart ini sebenarnya sebagai pelampiasan kesuntukan karena 2 hari lagi saya akan ujian kalkulus, yah kalkulus, mata kuliah yang saya ambil sekitar 3 tahun yang lalu. Tadi sekitar habis isya saya bersama anggota keluarga yang lain berkumpul menjadi satu di ruangan televisi (dining room) untuk mebahas sesuatu dengan penuh canda sebenarnya, intinya adalah saat ini perputaran uang sedang lesu, tidak ada income yang mencukupi jika pengeluaran terlalu besar, sehingga kita dalam hidup kalau orang jawa bilang kita mesti “prihatin”. dalam culture jawa, seseorang jika ingin mendapatkan semacam kejayaan harus nglakoni prihatin itu dulu. Beberapa resolusi dan target untuk tahun 2010 ini insyallah sudah saya catat dalam sebuah kertas kwarto putih yang saat ini saya tempel di sebuah papan. Itu target yang mesti saya tempuh, terkesan sangat akademik sekali, tanpa ada semacam target potensi diri, karena untuk 2010 ini saya ingin fokus dengan perkuliahan saya, ingin segera murtad dari UGM tercinta, kampus yang mempunyai kenangan bagi saya, memberikan saya banyak cinta, dan membentuk kepribadian saya. Pribadi saya terbentuk disini, disekitar rektorat, gelanggang, dan masjid kampus. Rindu dan kangen rasanya ketika saya sadar, i will go from there this year and i have a lot of memory…ketika awal-awaal kuliah dulu, saat perkuliahan masih disibukan dengan praktikum dsb. Kami sering maen ke kansas Ilmu Budaya, liat mahasiswi menggunakan Hot Pens.Senang sekali rasanya perasaan mahsiswa yang sedang puber saat itu, dan beberapa waktu lalu kami mengulanginya, hehehe…

target kuliah 4 tahun sepertinya merupakan hal yang sangat cemen kalau ini terjadi di kampus sosial, namun ya itulah yang terjadi, namun kuliah di science buat saya merupakan bidang yang sedikti abstrak, sehingga banyak ilmu aplikasi yang kami dapatkan bukan dari bangku perkuliahan, melainkan bangku kompetisi. Ntah itu kompetisi robot, roket, PKM, dan masih banyak proyek-proyek yang lain.Jika terlalu mengandalkan ilmu yang kami dapatkan di bangku perkuliahan itu sangat minim, kadang dari omongan ditempat borjo-pun itu bisa memberikan saya banyak ilmu, sebut saja semacam SEO, dari pembicaraan dengan suhu idris yang kebetulan teman saya kuliah saya bisa mendapatkan ilmu SEO dan sempat memejengkan blog ini di PR 2. Tidak terlalu spesial, namun membuat cakrawala saya banyak terbuka. Dari candaan gila dikelas pun bisa menjadi ide yang gila, itulah kita, saya, dan mereka. Saya bisa merasakan saya melebihi segelintiran orang yang kuliah di kampus teknika. (sombong titik). Esensi seorang engineer bukan dari pekerjaannya sebagai pelaksana, namun lebih kearah bagiamana engineer itu mampu mengembangkan ilmunya untuk membuat aplikasi yang memberikan solusi bagi problem yang dihadapi (menurut saya).

Kadang untuk belajar materi semacam kalkulus (be a repeater) saya tergolong sangat pemalas, sepertinya otak ini tak mampu lagi menampung semua materi yang sangat abstrak. Namun bagaimana lagi saya harus menyelesaikan masa studi saya selama 4 tahun dengan tepat. kata tepat mempunyai arti baik, dan benar.Semoga saya bisa…Ketika saya ditakdirkan untuk menjalani sesuatu oleh Tuhan, maka saya akan menjalaninya dengan sungguh-sungguh, saya beri bumbu doa, selanjutnya biar Tuhan yang menentukan tentang hasilnya. Namun bagaimanapun Tuhan menentukan hasil akhirnya, insyallah saya akan berusaha menerimanya dan puas diri, karena kepuasan adalah ukuran saya menghargai apa yang telah saya usahakan. Selamat malam…
1:24 am 4th January ’10