Never Be For Ever


Sore itu, disebuah komplek pemukiman yang kumuh Dijah melamun, terbawa kealam bawah sadar yang tak pernah tersentuh oleh lelaki manapun. Dalam lamunannya dia masih sempat merasakan hawa dingin yang mulai merayap bekas percikan hujan yang mengguyurnya seharian saat dia melakukan beberapa vacation di daerah Solo . Dalam lamunannya yang terus bergulir dia membayangkan tentang hubungannya dengan Dewi Sugita, seorang Ningrat anak Prabu Dasamuka dari Alengkadiraja. Dia takut jika nanti hubungannya dengan Dewi Sugita diketahui oleh wartawan-wartawan gosip hingga akhirnya runyam sudah hubungan mereka.  Sudah 2 tahun sudah hubungan antara Dijah dan Dewi Sugita dibina. Sampai itu pula hubungan mereka berjalan, mulai dari liburan musim panas di daerah Kuta, hingga liburan di daerah Gang Sadar pun sudah mereka jalani. Itu sangat wajar terjadi saat ini, terlebih Sugita memang wanita cantik nan molek yang mempunyai nafsu tinggi.  Setiap mereka melakukan meeting pasti gosip hangat hingga gosip panas tersiar di layar kaca televisi. Sebelumnya mereka duduk di bangku senat mahasiswa salah satu Universitas tersohor di negeri ini. Mereka rival yang tak pernah mengalah satu sama lain, baik dalam hal olahraga, prestasi sekolah, maupun dalam hal pacar. Selera mereka tinggi, Namun setelah duduk sama rendah di bangku senat Mahasiswa 2 tahun ini, antara Dewi Sugita dan Dijjah makin akrab. bahkan menjelang event pemilihan Mahsiswa Bakat kampusnya, Dijjah sudah mengaggap Dewi Sugita sebagai sahabat sendiri, setiap mau melakukan sesuatu pasti si Dijjah meminta pertimbangan dari Sugita.

Tiba-tiba lamunan itu mulai terbuyarkan dengan dering BB yang dengan sengaja ia masukan dalam saku celananya,ternyata ada sms langsung dari Sugita.

Dijjah, kamu daftar ke Russian Scholarship ya? sepertinya kita akan bersaing lagi karena tinggal satu kursi, sorry ya say ya. dan sepertinya kamu masih kurang satu persyaratan lagi say dan nggak mungkin terlengkapi, itu artinya aku yang akan masuk ke list buat berangkat ke Rusia. Sukses ya say ya, ntar aku ceritain d gmana sensasinya jalan-jalan ke Puncak Elbrus Mt.

dan beberapa detik kemudian, dia balas sms itu “Emang yang kurang apa sist” dan daaaang, ternyata pulsa habis terpaksa d Dijjah ambil laptop beserta peralatan yang dibutuhkan untuk sekedar Online ONline.

Via Facebook Dijjah kirim wall ke Sugita, “emang yang kurang paan sist?” tak lama kemudian ada notifikasi di FBnya, ternyata si Gita kasih comment ” Persetujuan Orang tua wali Boy “. Dan sesaat kemudian Dijjah menyebut sesuatu yang sangat indah “Juaaanncoook, Gita sengaja ga kasih tau gw tentang itu, Uannnnjiiirr, awas kau Gita…

dan sesaat setelah melampiaskan dengan umpatan-umpatan yang nggak jelas, Dijjah membuat update status

Persahabatan ternyata tak selamanya abadi, like as Cumulus, kadang datang kadang pergi, hanya Kepentingan yang abadi

One response to “Never Be For Ever

Comments are closed.