Untuk Negeriku Part II


Saat ini memang terbayang beberapa memory yang masih melekat dalam benak saya, ketika itu saya menitipkan sepeda motor saya diarea pasar Beringharjo, setelah itu saya menyaksikan beberapa aksi (saat itu centurygate) dengan beberapa rangkaian teatrikalnya dan saat itu Kabareskrim Susno Duaji diminta untuk mengundurkan diri terkait dengan dugaan suap oleh seorang pengusaha China saat itu. Namun lambat laun ternyata dua kasus ini secara otomatis terpisah dari akarnya masing-masing, century masih ditangani oleh DPR (yang katanya punya hak interpelasi, dsb) sementara Si Engkong Angwi sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Lantas, muncul lagi permasalahan si Artavisa, seorang Napi perempuan yang punya akses Lux type. bagaimana tidak, didalam ruangan itu lengkap sebuah AC dan peralatan kecantikan seharga ratusan juta rupiah, dan itu sangat tidak wajar ketika alat itu diletakan dalam ruangan yang spesial, hanya orang/ Napi tertentu yang bisa mengaksesnya dan juga jika dilihat dengan kondisi masyarakat Indonesia saat ini. Jika itu terjadi di Jerman dan dinikmati oleh semua Napi tanpa terkecuali, ITS Ok, sah sah saja, namun ketika itu hanya oleh segelintir orang, maka ceritanya bisa beda. Bisa orang ini memang punya kekuatan sehingga aparat tunduk ataupun orang ini punya semacam rahasia sehingga diperlakukan special sekali.

Apapun itu namanya, yang pasti itulah potret kehidupan bernegara saat ini, belum ada 100 hari pemerintahan incumbent memerintah kembali, sudah terjadi berbagai polemik pada tatanan masyarakat Indohnesia. Mungkin karena sifat manusia yang lebih suka mengkoreksi dan berkomentar, tp mungkin jg karena kita sebagai manusia hal pokok dan paling mendasar adalah hal KEADILAN. Sebagimana disampaikan pada sebuah sidang di depan MA RI, Berbuat adil itu sangat sulit. tak semudah membalikan telapak tangan, sama belum tentu adil. Namun pendapat hemat saya, adil itu sesuai dengan porsi masing-masing, dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Terlepas dari beberapa masalah teknis (

2 responses to “Untuk Negeriku Part II

Comments are closed.