Life Painting


Kadang kita hidup sangat bosan dengan sebuah rutinitas, mungkin rutinitas itu continyu, mungkin rutinitas itu kurang menantang, atau bisa juga rutinitas itu hanya mampu membuat detak jantung dag dig dug dag dig dug..tanpa ada kata DUER..

Namun itulah dinamika kehidupan, kadang manusia sangat merasa kurang, merasa tak adil. Namun Tuhan punya sebuah rencana, dan rencana itu adalah baik dimataNya. Pernah saya dibenturkan dengan sebuah masalah yang saya sendiri tak pernah mempercayainya. nilai sebuah mata kuliah wajib dan itu mendasar sekali, cukup melelahkan untuk mengulang, dan meskipun di ulang masih saja dapat * dan itu memaksa saya mengulang lagi. Ketika saya tanyakan dengan dosen pengampu mata kuliah itu perihal nilai saya. Dia dengan santai dan tenang (calmdown) menjawab nilai anda kurang. WTF? Apakah sang dosen sekedar menguji kesabarannya atau bagaimana yang pasti tiba-tiba saya ingin meludahi wajahnya jika mengingat hal itu.

Namun setelah beberapa bulan kemudian, ada beberapa hal yang mungkin menjadi hikmah dari semua ini. Masa bodoh dengan nilai yang membuat saya tak nafsu makan itu, namun terkadang saya sadar, ITS my damn stupid and whatever with the fucker (red si Ron*).Kadang teman-teman menjadi tertawa jika mengetahui hal itu, meskipun pada awalnya sedikit mematahkan hati dan jiwa (wuuueekkkcrroott). Pasti ada hikmah dibalik kisah ini. dan sedikit demi sedikit saya menerima hikmah itu secara perlahan.

Namun ya bagaimana lagi, hidup harus dijalani, tak bisa berhenti disini, jika berhenti disini, itu artinya kita semakin jauh tertinggal dan tertinggal. Life must go on.
Yang lain sudah berlari kencang, maka inilah saatnya unutk mengejar mereka dengan berlari lebih kencang juga. Dan mungkin itu sebuah sikap antisipasi terburuk setiap kemungkinan yang ada. Mungkin.

Kembali ke nilai agama saya td.Kadang lelah juga seh kalau saya memikirkan hal yang berbau dengan angka (red: nilai aka IPK). Tp ya gimana lagi, inilah kemampuan saya, Tuhan pasti mengetahui akan hal ini. Mungkin ini sebuah efek domino karena saya terlalu banyak kegiatan diluar kuliah, namun saya punya sebuah ketekatan dan keyakinan. Saya melakukan hal yang terbaik selama ini dan pasti akan mendapatkan sebuah manfaat bagi diri saya. Ntah kapan itu akan saya rasakan namun saya punya keyakinan akan hal itu..

Terbersit beberapa nasihat dari senior saya yang saat ini sudah melanglang buana dan mungkin akan menikah beberapa bulan kedepan, dari mas fatah

Tetap semangat dek, mas yakin kamu pasti bisa lebih baeg dari mas, lakukan yang terbaik dan sering-sering membantu orang lain, karena dengan seperti itu kita akan mempunyai semacam tabungan, ibaratnya sodakoh. Sesuatu yang baik tak akan pernah hilang namun akan terus tumbuh dan tumbuh apalagi kalau itu menolong orang lain.

Menjadi seseorang yang mempunyai hidup yang penuh warna menurut saya merupakan anugerah dari Tuhan. Setiap orang mempunyai kehidupan masing-masing, seperti halnya ular yang mempunyai sisik kulit yang tak pernah sama dengan yang lain. Lukisan dan warna yang menghiasi hidup menjadi perpaduan aroma yang mempunyai nilai eksentrik tersendiri. Maka dari itu, seburuk apapun lukisan itu, penghargaan atas lukisan itu lebih berarti, karena saat lukisan itu berpadu dengan lukisan-lukisan yang lain pada kehidupan kita, maka lukisan itu akan kita pandang secara universal.

Kehidupan ini mirip sebuah kumpulan dari lukisan, dan untuk membentuk kumpulan-kumpulan itu membutuhkan semacam kreatifitas dan trik. Mengenai apakah kehidupannya baik atau bagus terserah orang yang memandang. Yang pasti, sang seniman punya cara tersendiri untuk menciptakan karya seninya menjadi karya seni yang bermutu serta bermakna. Bagi saya saat ini, hanya Tuhan yang tahu apa yang terbaik bagi saya dan saya berusaha melakukan yang terbaik itu.