Private Beach Wanna Be


Jogja, the million culture city. And jogja, have million herritages. Mungkin itulah yang menjadi julukan jogja untuk saat ini, meskipun nanti dalam perkembanganna bisa menjadi kota seribu wanita, kota mesum atau bagaimana, namun saat ini belum seperti itu.

Di jogja yan secara geografis mempunyai wilayah yang sangat unik dan cukup beragam, dari sisi selatan terdapat banyak pegunungan Karst yang memungkinkan terjadinya banyak goa yang mempunyai keindahan stalagmit dan stalaghtit (CMIIW dalam penulisan). Dilengkapi dengan keindahan pantai bertebing dan berkarang semakin menambah lengkapnya suasana alam permai. Disisi utara, terdapat sebuah gunung api yang konon gunung ini merupakan salah satu kandidat gunung api teraktif yang pernah ada di dunia. Disana juga terdapat kawasan liburan yang menawarkan kesejukan bagi yang ingin berbulan madu ala merapi. Mbah marijan juga ada disana. Keadaan alam seperti itulah yang mungkin mengurangi kebudayaan masyarakat jogja untuk bersepeda. Dulu sebelum abad 21 jogja sangat terkenal dengan kota bersepeda, seperti halnya Bandung dan Solo.

Keadaan lokasi seperti itu juga yang menyebabkan jogja mempunyai kawasan pantai tersembunyi. Pantai-pantai itu terletak di deretan pegunungan karst yang bertebing, dan berkarang. Biasanya pantai-pantai di kawasan jogja daerah gunung kidul ini mempunyai medan yang naik turun serta sepi dari rumah. Sangat ramai di musim liburan. Banyak pantai-pantai disana menawarkan keindahan ala private beach yang murah meriah serta eksklusive. Sebut saja deretan pantai Krakal, kukup, Slili (love Beach), sundak, Drini, Sepanjang, Wediombo, Siung. Mungkin bagi masyarakat sekitar kawasan sudah sangat familiar dengan nama-nama yang saya sebutkan tadi. Namun untuk masyarakat awam yang belum pernah kesana nama itu pasti belum cukup familiar, kebanyakan mereka baru tahu nama pantai baron saja. Beberapa pantai yang lebih private lagi adalah pantai Ngrenean.

Untuk melakukan touring kekawasan itu biasanya dibutuhkan kocek sekitar Rp. 10.000 dengan rincian ticket masuk sekitar Rp 5.000 ticket parkir Rp. 2.000 dan selebihnya untuk beli air mineral. Perjalanan bisa ditempuh dengan waktu sekitar 2 jam dari pusat kota jogjakarta. Melewati kawasan jogja-bukit bintang-wonosari-complex remote beach. Jika menginginkan kawasan yang sepi dan melewati pedesaan yang asri dan hijau bisa memilih jalur Jogja- Bantul-Imogiri-Gua maria (Cristian pilgrimage)-Private Beach.

Beberapa tips untuk menemukan private beach yang benar-benar private adalah bertanya kepada penduduk sekitar. Dari beberapa penjelasan dari penduduk sekitar, beberapa kawasan yang benar-benar private dan sepi sekitar kawasan krakal, drini, wediombo, dan kawasan ngrenean. Namun dibutuhkan nyali yang besar untuk naeg dan masuk ke areal karena terletak di daerah pantai berkarang.

Mayoritas penduduk desa dikawasan gunung kidul sangat ramah-ramah, mereka tak segan dan tak sungkan untuk saling tolong menolong meskipun tidak kenal atau baru kenal beberapa detik. Itulah keadaan sosial masyarakat yang sangat sederhana dan bersahaja. Dikawasan itu mungkin untuk beberapa tahun kedepan akan sangat ramai karena disana memang menawarkan panorama yang indah serta jalan/ transport facilities yang memadai. Hanya saja tempatnya sangat jauh dari kota besar seperti jogjakarta.

Sekali lagi, dan lagi-lagi sekali lagi..ketika melihat foto diatas saya jadi kangen masa-masa KKN dulu, ketika mendaki gunung lewati lembah bersama teman-teman ke negeri antah berantah. Sungguh kenangan yang mahal dan tak terlupakan..(*curhat mode on). Kembali ke topik, ternyata tanpa disadari seorang manusia butuh sebuah tempat yang benar-benar private sehingga bisa melepaskan semua masalah-masalah kesehariannya ketika setiap hari berkutat di hiruk pikuknya jaman. Seseorang butuh sebuah ketenangan tanpa kehadiran sesuatu yang disebut dengan bising, ramai, tergesa-gesa,dan lain sebagainya.

2 responses to “Private Beach Wanna Be

  1. kenapa hrus login dulu nih klo mw kpomen..hahahaha..ribet tah..

    btw mbah marijan katanya masuk RS, tadi pagi sy baca koran

    btw lagi, blogku pindah ke http://tuanhendro.blog.com
    tlg linkku yg ada di blogroll jg diganti yak.. thx

    btw lagi, komenku gak ada yg berhubungan sama postingan di atas heheheheh ^^V

  2. makaseh kembali kang endro,oh itu ma cm pripilages blogna,dah saya perbaiki kang.sekarang ngak mesti login dulu…lansung cabut aj juga bisa..hehehe..blogrolna juga udah diedit kang..

Comments are closed.