hanya satu di dunia di jogja…


buseeetttt….sembari chat dengan teman lama yang sedang penelitian di swedia sempat saya berpikir,kapan saya ke UK, kapan saya jerman….boro2…ke seluruh indonesia aja blm komplit semua, mau ke UK dan saya berpikir tentang kota tercinta saya,mana lagi kalau bukan di Jogja. Jogja yang sudah ketularang macet di kawasan malioboro terutama musim liburan, Jogja yang mulai dengan geliat gadis-gadisnya dan mas-masnya yang cantik dan guantheng-guantheng, Jogja yang selalu memberikan saya keringat kepanasan, dan jogja yang masyarakatnya super ramah dan murah senyum. Itulah jogja dimata saya, terkecuali pesona pasar malam di kawasan sarkem dan beberapa kawasan sejenisnya…*hehehe…

ternyata awal didirikan kota ini mempunyai filosofi tata kota yang aduhai dan penuh makna,

kawasan yang konon katanya antara MERAPI-TUGU JOGJA-KRATON JOGJA-TUGU KRAPYAK-PANTAI SELATAN terletak di satu garis lurus.*padahal dulu blm ada GPS,dan teman2nya.disisi lain jika kita lebih jeli lagi, antara alun-alun selatan itu menggamparkan semacam filosofi asal-usul manusia…cermati dulu gambarnya…

dari alun-alun utara hingga ke tugu sampaaaaaaiiiii ke Merapi (tempat mbah marijan bersemayam) ternyata melambangkan LELAKI, sementara dari alun-alun selatan hingga laut selatan (Parangkusumo) melambangkan wanita.

Loh apa buktinya???

jika dari alun-alun utara ke utaraaaaaa…….akan menemui jalan Mangkubumi, yang merupakan nama lain dari Sri Sultan HB. Iย  jika ke arah utara dikit ada TUGU JOGJA yang melambangkan keperkasaan lelaki. dan jalan Mangkubumi itu jalannya bentuknya LURUS ke Keraton, yang artinya seorang lelaki harus menjadi PENCARI NAFKAH di jalan yang lurus.

Trus kalo yang perempuan itu begini ceritanya.

Alun-alun Kidul (Alun-alun Selatan) jika ke selatan akan menjumpai Plengkung Gading (itu nama populernya, nama aslinya Plengkung Nirbaya) dan jika kita mengukur ke arah selatan dari plengkung gading ke selatan hingga TUGU Krapyak maka jaraknya kurang lebih 910 meter, itu menandakan bahwa seorang perempuan itu hamil selama 9 bulan 10 hari. dan di pinggir-pinggir dari Jl. Panjaitan itu banyak pepohonan, artinya seorang wanita yang hamil alngkah lebih baiknya di beri makanan yang berasal dari tetumbuhan terutama kacang-kacangan biar anaknya pinter…

Begitu ceritanya, akhirnya saya merasa bersyukur bisa hidup di jogja, kota yang punya filosofi tinggi, penuh makna, dan murah makan…hehehe…

6 responses to “hanya satu di dunia di jogja…

  1. i feel fortunate to live in jogja…
    beruntung kuliah di UGM, tiap hari bisa menikmati Jogja kota idaman setiap orang di indonesia bahkan dunia!!!

    malioboro itu makin macet aja tiap liburan. Kenapa? karena setiap orang selalu pengen berlibur ke jogja setiap ada kesempatan berlibur…

    gak tau rasanya kalo nanti aku harus angkat kaki dari Jogja…๐Ÿ˜ฆ

  2. we will miss this moment fik, masa masa kita kuliah, msa2 kita liburan pake uang kampus, bakal kangen masa masa itu deh…hehehehe
    semangat bro buat ke GSP.

Comments are closed.