im a man, and whatever


title diatas jika dibaca oleh seorang wanita terbilang sangat egois, sangat tidak mau kalah. Saya mengerti, saya paham, karena memang itu yang terjadi..

kadang seorang lelaki, butuh semacam hak prerogatif untuk menentukan sebuah decision, tanpa dicampuri ataupun dipengaruhi oleh wanita. Begitu juga dengan wanita, suatu saat sang wanita pasti akan merasa lebih mengerti, merasa lebih expert, lebih paham terhadap sebuah masalah sehingga dia menuntut dan menginginkan untuk menentukan keputusan itu sendiri. Tanpa kehadiran pertimbangan dari si lelaki tentunya.

mungkin itu yang dinamakan sifat egois,sebuah sifat yang merasa paling baik dan seolah tidak membutuhkan kehadiran orang lain. So what??Whatever…

Saat itu, jika dilihat dari segi si lelaki yang sedang egois. Maka dia akan memberikan beberapa jawaban:

  • im a man, im logicable, and i think its the best..
  • ini urusan seorang pria, lagian kamu tidak akan mengerti tentang hal ini.sudah, urusin saja anak-anak.
  • hey hey hey.apakah kamu paham atau lebih tau tentang ini daripada saya??Please deh…
  • hmmm…akan saya pikirkan (ameliorasi)

itulah manusia lelaki, yang diciptakan dari tanah, kadang kalau merasa panas, maka raga yang terbuat dari tanah itu akan mengeras.Namun rapuh, mudah dihancurkan..(tsaaaahhh)

dilihat dari segi wanita,maka ketika wanita ingin memberikan keputusan mutlak, tanpa ada campur tangan seorang pria, kadang wanita akan memberiakn jawaban:

  • sssssstttttttt,cukup cukup…udah ini aja, rewel kamu
  • hooooooiiii, ini urusan ibu rumah tangga tau..
  • ehm ehm ehm.pah, ini urusan rumah tangga, u know??
  • sayang, udahlah ini aja, nanti aku masakin yang enak.(ngrayu..)

Permasalahannya ketika setiap pihak selalu melakukan hal egois ini secara terus menerus, punya hak prerogatif terus, maka pihak lain akan merasakan sangat JENGAH, SEBAL, BOSAN, dan merasa ure not a right person for me. mungkin ini yang mesti dihindari, “membuat pasangang merasa anda bukan orang yang tepat buat pasangan anda”

itulah yang menarik dari pria dan wanita, kenapa Tuhan menciptakan wanita dan pria?yang pasti tidak untuk  dinikmati guyonannya seperti melihat sebuah drama, melainkan untuk bisa berkembang biak, beranak, dan beribadah kepadanya.plus bersyukur bersama-sama.