Tuhan, jikalau Kau berkenan


Tuhan, jikalau Kau murka akan tulisan tak bernyawa ini..

Murkalah padaku, setelah aku selesaikan beberapa sajak nanti.

Jangan Kau murka pada anak turunku.

Karena mereka tidak mempunyai dosa atas diriku.

Tuhan, jikalau Kau mau aku ajak cerita..

Cerita sebentar saja, karena aku yakin kau akan jadi teman setia.

Tak seperti setiap kawan, atau lawan yang kadang lalu lalang.

Sebentar datang dan sebentar pergi tanpa permisi.

Tuhan, jikalau Kau mau aku ajak berdiskusi..

Kenapa satu hari selalu terasa cepat untuk dilewati.

Kenapa manusia selalu kau buat berpikir dan bingung.

Kenapa kau suruh manusia mengisi bumi.

Bukankah kau tak perlu manusia? Tapi manusia perlu engkau ya Tuhan.

Tuhan, jikalau Kau berkenan..

Boleh aku sujud di depanMu, sujud sebagai ungkapan syukurku.

Kau telah memberi ku hidup hingga aku bisa mengetikan kata-kata ini.

Kau telah memberikan masalah hingga aku tumbuh menjadi kuat seperti ini.

Kau telah memberiku waktu, hingga masalahku terselesaikan, meskipun aku tak mampu menyentuh waktuMu.

Kau telah mengirimku berjuta pengalaman sebagai guru, guru yang keras.

Kau telah memberiku mata dan hati sehingga aku bisa melihat dan menentukan arah.

Kau telah memberikanku ketidak berhasilan sehingga aku berpikir aku harus berhasil

Tuhan, jikalau Kau berkenan..

Bolehkah aku dalam sujudku memohon agar aku lebih kuat?

Aku tak akan memohon agar hidup lebih mudah, karena itu sebuah kemudhorotan.

Hidup dan usiaku semakin bertambah, begitu juga dengan tanggung jawabku padaMu.

Bolehkah aku meminta semua keikhlasanmu? Karena aku sangat jauh dari itu.

Dengan keikhlasanMu aku memupuk imanku agar lebih kuat saat menemuiMu nanti.

Sekali lagi Tuhan, Jikalau kau berkenan.

Boleh aku menangis padaMu malam ini. Sebagai bumbu sujudku padaMu agar terasa hikmat.

Hanya padaMu hambamu ini berserah diri ketika dirundung masalah dan hanya padaMulah hambamu ini akan kembali.

terinspirasi beberapa kisah dan masalah ketika menyelesaikan beberapa kewajiban. Kadang manusia berdoa pada Tuhan dan Tuhan memberikan jawaban menurut versiNya sendiri. Manusia berusaha, dan tawakal. Ikhlas menerima keputusanNya lah yang kadang sangat sulit dilakukan oleh manusia. Tapi itulah hidup, beban dan cobaan membuat manusia lebih sulit dikalahkan.

26 December 2010 11.07 WIB