Dari Cepu


Dari Cepu, blok minyak itu ternyata lebih terkenal daripada Blora, kabupatennya sendiri. Sudah hampir 1 tahun meninggalkan Cepu, tapi tetap saja berkesan. Kecamatan yang mempunyai sanitasi yah bisa dikatakan kurang terawat lah, namun bersliweran mobil-mobil merk Amerika. Memang dibalik semua itu, disanalah dieksplorasi banyak lapangan minyak onshore. Baik milik masyarakat maupun perusahaan. Disinilah saya, fikri, fredi, aji menimba ilmu. Memang antara ilmu dalam kertas dan ilmu dalam realitas harus berjalan beriringan, membentuk sebuah hubungan yang bersinergi.

Ketika menginjakan Cepu, tak lebih dari pemandangan kota yang sedikit gemerlap, meskipun hanya lampu 5 watt gemerlapnya. Lengkap dengan pesona plus-plus. Mungkin ini efek domino dari kegiatan eksplorasi yang sedikit banyak melibatkan orang yang jauh dari keluarga dan mempunyai banyak rejeki. Menu favorit di taman 1000 lampu adalah kopi, dan sup kaki kambing. Aromanya dan menunya cocok untuk menghangatkan tubuh dikala cuaca Cepu sedang dingin. Sebagai anak rantau yang hanya berbekal sedikit uang, biasanya menu yang kami pilih pun yang merakyat, tapi tetap juara. Kadang kalau ingin memanjakan lidah, soto lamongan depan Pusdiklat jadi pilihan, sambil ke Indomaret beli air. Atau sesekali ke Mentog Goreng pertigaan jalan Sorogo. Kalau sedang ingin berhemat dan banyak sodakoh ke masjid, maka sego kucing depan Pusdiklat juga dibabat habis. Pernah suatu hari saya kehabisan uang sauk, untung ada Fredi yang baik hati. Hehe

Setiap pagi, menu setia kami telah menanti, Pecel. Sangat murah, 2rb per porsi dengan menu pecel dan gorengan, dibungkus dengan daun jati. Menu yang Juara. Namun ketika ingin mengisi perut lebih mantab, datang aja ke warung Mbak Santi samping Lapangan Basket Pusdiklat Migas. Menikmati makan pagi bersama pegawai Mobil Cepu dengan menu pecel, gorengan, dan air putih. Alhamdulillah..

Tak jauh dari Pusdiklat Migas, terdapat lapangan Menggung, mirip seperti sistem distribusi minyak dalam skala kecil. Di Menggung terdapat warehouse oil dengan Kapasitas yang terpasang adalah 600 m3/hari, sedangkan kapasitas operasinya mencapai 550 m3/hari. Pernah beberapa kali berkunjung dan melakukan kalibrasi bersama Pak Mufrodi dan kawan-kawan dari Mobil Cepu Ltd. Banyak ilmu yang kami dapatkan dari mereka.

Sekian dulu memori dari Cepu, mungkin akan disambung pada kesempatan yang lain, terimakasih kepada Fikri, Fredi, dan Aji yang telah bersedia menjadi partner dalam menempuh perjalanan di Cepu, Terimaskih buat Pak Dedi dan Pak Mufrodi yang telah memberi banyak kesempatan dan ilmu, juga pada Mbak Santi yang mengajarkan arti sebuah keluarga dan telah menyediakan makan selama di Cepu.

This slideshow requires JavaScript.