Kendali suhu kalsinasi Zr


Kontrol suhu furnace dengan PLC T100MD
Rancang bangun sistem kendali suhu pada furnace dengan suhu 950 ˚C untuk memproduksi Zirkonium dibagi menjadi dua bagian yaitu rancang bangun sistem kendali bagian perangkat keras (hardware) dan rancang bangun sistem kendali bagian perangkat lunak (software). Bagian perangkat keras mempunyai fungsi untuk melakukan pembacaan nilai-nilai fisik dari sensor yang selanjutnya masuk pada PLC. Sementara perangkat lunak mempunyai fungsi melakukan monitoring, kendali dan membantu dalam melakukan perekaman data.

Perancangan sistem perangkat keras meliputi pembacaan besaran fisika berupa suhu dari furnace dengan menggunakan termokopel, termokopel akan mengubah besaran fisika suhu menjadi besaran elektrik yang akan diperkuat oleh penguat sinyal AD595 sebelum masuk PLC. PLC akan mengendalikan putaran dan posisi dari variac dengan cara mengendalikan putaran serta posisi motor stepper. Variac dalam kehidupan sehari-hari disebut juga sebagai regulator tegangan ini akan memberikan daya berupa listrik dengan tegangan ynag tinggi untuk memanaskan plan furnace hingga suhu yang diharapkan tercapai. Pada sistem pengendali suhu furnace ini terdapat 4 buah termokopel, 1 buah akan masuk pada PLC yang sebelumnya dikuatkan oleh pengkondisi sinyal AD595 dan 3 buah akan masuk pada EMKO. Fungsi EMKO adalah sebagai monitor suhu yang ditempatkan pada kontrol panel. Semua proses yang melalui PLC dapat dimonitoring melalui PC. Antara PLC dan PC menggunakan komunikasi serial.

Termokopel yang digunakan menggunakan termokopel jenis K yang memiliki rentan suhu antara −200 °C to +1350 °C / -328 °F to +2462 °F (Buschow, 2001). Furnace nantinya akan dikembangkan lebih lanjut untuk memurnikan serta membuat Zirkonium murni sehingga butuh pemanasan hingga suhu 700 ˚C.

PLC T100MD1616+ dalam penelitian ini akan bertindak sebagai pengendali plan furnace dengan menggunakan sensor termokopel untuk mendeteksi parameter suhu pada plan. Pada masukan digital PLC, data terbaca merupakan keluaran dari furnace yang dideteksi lewat termokopel, nilai ini mewakili nilai temperatur dari furnace. Data tersebut merupakan sinyal feedback dari furnace yang akan dibandingkan dengan nilai setpoint sistem kendali untuk memperoleh error. Besarnya nilai error kemudian akan dijadikan parameter pembanding pada PLC T100MD1616+. Hasil perbandingan ini akan mempengaruhi PLC dalam menentukan perintah pada plan, apakah motor diperintahkan untuk putar ke kiri atau ke kanan. Perintah putar kiri atau kanan dikirim ke plan furnace melalui motor stepper dengan cara menggerakan motor stepper, proses seperti ini terus dilakukan hingga tercapai setpoint yang diinginkan.

Blok analog dari PLC T100MD1616+ memerlukan sumber daya tersendiri sebesar +12 V sampai +24 V DC. Pemakaian sumber daya ini menghasilkan tegangan stabil pada nilai 5 V dengan toleransi ±5% yang dapat digunakan secara internal sebagai tegangan referensi, maupun digunakan secara eksternal oleh perangkat analog lainnya.

file pembahasan program:
Kontrol suhu dengan PLC

This slideshow requires JavaScript.

This slideshow requires JavaScript.

2 responses to “Kendali suhu kalsinasi Zr

Comments are closed.