Lupakan kata Mayday!


Judul diatas mungkin sedikit aneh jika ditranslatekan dalam bahasanya Tuan Charles (British American). Namun itu istilah bagi seorang pilot yang mengalami keadaan darurat and butuh pertolongan Tuhan. Ya, butuh tangan Tuhan,  jadi inget film *Pearl Harbour*. Mayday mempunyai arti sejajar dengan istilah dari Jerman kala itu, SOS (Save Our Soul) yang disandikan dengan morse (• • • – – – • • •).Mayday juga digunakan sebagai istilah hari buruh (Labour Day), tepat dibulan Mey. Mayday juga menjadi judul lagu dari Mocca (Mayday Im in Love).

So?apa hubungannya ma tulisan di blog ini hey you, not farrah!?

Sekali lagi, kata MAYDAY mempunyai arti tergantung siapa yang mengucapkan, apakah seorang Marskal, atau seorang buruh, atau seorang mahasiswa tingkat akhir yang serba complicated seperti saya ini. Jika yang mengatakan seorang mahasiswa tingkat akhir seperti saya ini, maka tulisan di blog ini, judul ini, title ini akan nyambung secara utuh.

Mungkin ini hakekat manusia, diberikan masalah, dan disuruh menyelesaikannya, imbalannya adalah kemampuan hidup manusia yang lebih baik (kwalitas). Mungkin setiap manusia ketika dilahirkan dibarengi beserta rentetan masalah, terlepas dari setiap senyuman yang mengembang dari handai taulan. Sejatinya manusia juga akan terbebas dari masalah ketika dia sudah terbaring kaku, dingin, terlepas dari tangisan dan air mata dari sanak keluarganya. Konsep inilah yang ingin saya camkan lebih dalam diri saya, dalam dan dalam. Menyadari bahwa setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Sebelum permasalahan baru muncul, maka selesaikan dulu pekerjaannya dan setelah selesai, maka kerjakan yang lain dengan sungguh-sungguh.

Jari-jari saya begitu ringan mengetikan kata-kata diatas, tapi di dada ini rasanya susah mengumpulkan semangat untuk memulai dan menjalani apa yang telah saya ketikan, didukung dengan cuaca pagi ini yang sedikit malas untuk memunculkan matahari. Sebelum saya memulai hari ini, sebelum melangkah lebih jauh dari rumah, saya akan mencoba mengurai apa masalah saya. Semoga Tuhan memberi kemudahan.

Malas untuk menyelesaikan tugas akhir, padahal tinggal ambil data –> Hal ini disebabkan saya mengerjakan di Laboratorium yang mirip Hanggar pesawat, tidak ada kompensasi yang menjanjikan, bahkan tidak ada sedikitpun *mengeluhkan keadaan*. Seperti ini mungkin dirasakan buruh-buruh Soviet di era Lennin. Belum lagi program yang saya terapkan kadang error.

Tak ada uang–> Inilah masalah klasik dari mahasiswa tingkat akhir, Astaghfirulloh, mungkin Tuhan dan semoga Tuhan sedang menyiapkan jalan yang lebih baik bagi saya. Menjadi pribadi yang lebih baik. Memang susah diposisi saya saat ini, ingin meminta tapi ingat umur, hanya bisa tawakal dan ikhtiar. Ini sudah Februari, Insyallah rejeki segera datang namun tetap dibarengi dengan kerja keras, karena sudah konfirmasi beberapa anak SMA. Walaupun tidak seberapa, Insyallah Hallalan Toyyiban. Menjadi bekal untuk menata hidup kearah yang lebih baik.

Tanggung jawab sosial–> Ini sudah menjadi komitmen saya sejak  awal kuliah. Seorang mahasiswa harus punya tanggung jawab sosial, baik keluarga, masyarakat, atau orang lain. Inilah yang membedakan mahasiswa dan siswa pada umumnya *menurut saya*. Hal yang satu ini bukan sebagai masalah, karena Tuhan menjanjikan kemudahan bagi orang yang memberikan kemudahan orang lain.

Waktu lulus–>Kalau ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, saya sudah mundur banyak bulan, dari bulan Oktober. Semoga Tuhan memberikan kemudahan dan mukjizatNya. Memang tidak mudah mengerjakan pekerjaan saya terkait dengan penelitian yang sedang saya lakukan. Tapi bagaimanapun saya harus menjalani hidup ini dengan tegar dan sabar. Bukankah Tuhan menjanjikan kemudahan dan pertolongan bagi hambaNya yang sabar dan sholat? Benar kata saudara saya Iwan yang baru saja menyelesaikan penelitian Nitridasi, “beginilah penelitian.”

Alhamdulillah masalah dan langkah yang harus saya ambil sudah saya tuliskan. Hampir satu jam saya menuliskan, ditemani beberapa lagu barat (richard Marx and friends). Alhamdulillah mata saya hampir sembab. Terimakasih kepada setiap orang yang peduli terhadap keberadaan saya, maaf sampai saat ini belum bisa memberikan apresiasi sesuai harapan.

Mari hajar hari ini dan bakar masalah hari ini. Lupakan kata Mayday! This is my Hardest day, BUT i will get a Beatiful Moment. We was created not to say MAYDAY, But for PRAY AND FIGHTING.

This slideshow requires JavaScript.