Perjalanan dari sutsuga ke kota lypra


Perjalan ini diawali dari bulan Januari 2010, ketika itu tanpa sengaja di depan ruang kosong yang terkenal dengan nama secretariat kampus baru saja diadakan siding kelulusan. Ketika itu aku dikenalkan dengan seorang pegawai instansi pemerintah yang mengelola tentang sumber daya energy atom. Dari beliau aku disuruh memasukan lamaran ke instantsinya untuk mengerjakan proyek untuk tugas akhir. Ya, di kampus kami sebelum turun gunung, setiap mahasiswa diwajibkan membuat sebuah thesis, ataupun paper. Kebanyakan membuat sebuah alat selanjutnya dianalisis. Seolah ini adalah pelampiasan mahasiswa yang tak beruang, bukan saja di setiap akhir pekan, tapi setiap hari. Akhirnya diputuskan bulan april aku mengirimkan surat permohonan dari kampus ke instansi tersebut bermodalkan nilai IPK yang sedikit tiarap.

Pertama kali masuk ke instansi ini, seperti masuk di sebuah lembaga “yang sangat berharga”. Mulai dari pakaian yang harus rapi, kartu tanda pengenal, hingga surat izin. Perasaan prosedur ditempat ini lebih ketat daripada masuk sebuah komplek ABRI. Tapi sejujurnya mungkin karena sebegitu pentingnya sebuah riset tentang atom dan nuklir sehingga prosedur kantor dibuat sesecure ini, mungkin juga untuk mengantisipasi human error yang terjadi di Cyrnobil.

Seminggu kemudian aku menjenguk keadaan lamaranku, akhirnya ada kabar bahwa lamaranku terdampar di bagian BEM (Badan Elektro Mekanik). Disana aku disodorkan sebuah proyek system kendali suhu furnace yang akan bekerja hingga pada suhu 1000 celcius. 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan, akhirnya setelah lebaran 2010 semua barang baru datang dari singapura. Dan semuanya masih dalam keadaan teronggokan. Jenuh rasanya menunggu terlalu lama hingga mood hilang. Selama menunggu alat dating ke Indo, aku gunakan untuk mengadu ilmu di tanah minyak, Cepu Jawa Tengah. Disana banyak ilmu yang didapatkan walaupun harus dengan cara mencari dan mencuri ilmu.

Setelah pulang dari Cepu, kegiatanku hanya kuliah, dan nongkrong di BKF. Kebetulan banyak rekan yang mengajukan untuk tugas akhir di Batan, hanya aku yang di BEM, berhubung di BEM nggak ada kerjaan biasanya ya Cuma ngobrol di BKF saja.

Secara resmi aku mengerjakan proyek TA ini mulai bulan oktober, beberapa kendala akhirnya dapat diselesaikan berkat bantuan dari Isug, Nawi,Isus,Rahsa, dan Ija. Mereka menemaniku dalam melewati setiap kesulitan. Bisa dikatakan mereka membimbingku dari tidak mengerti alat hingga mampu mengoperasikan alat. Menjelang februari 2011, teman-temanku mulai menggugurkan diri dan turun gunung, mulai menempuh hidup baru dengan gelar kesarjanaan masing masing, mulai dari Ija yang telah sukses dan selesai dengan kendali gelasinya, isus yang telah berhasil dengan akuisisi data nitridasi, nawi dengan pengendali tegangan tingginya. Sempurna sudah, tinggal dua ekor manusia,aku dan rahsa. Bersama rahsa aku mencoba saling menguatkan, karena bagiamanapun dia lebih dahulu dan lebih banyak mengerti tentang apa yang aku lakukan. Saling mengingatkan dan saling menguatkan itu yang bisa aku lakukan.

Aku menjalani proyek ini di lab kimia non radiasi. Mulai dari kikir, hingga menggunakan mesin bubut sudah pernah dicoba. Keadaan lab yang digunakanpun bisa dikatakan mirip hangar pesawat Airbus. Proses berlangsung dan berlangsung, kata orang bijak, perfect is process, not final. Itulah yang dirasakan, mulai dari salah design hingga alat rusak pernah dilakoni. Dan akhirnya bulan april, tanggal 5 aku melakoni proses siding untuk mempertahankan judulku “design temperature control system of zirconium calcinations furnace using PLC T100MD”

Selama menunggu 5 april, banyak hal dilakoni untuk menyiapkan dukungan financial, mulai dari kerja parttime di Honda hingga ngeles. Dan ketika 5 april tiba, beginilah ceritanya:

4 April 15, 2011 sore hari

Surat untuk pembimbing dari batan baru jadi, sehingga harus mengurus dan mengantarnya, akhirnya aku antar ke rumah beliau. Adoh tenan jebule ndes..

5 April 15, 2011  00:05

Meminjam sepatu ditempat sodara adhit. Terima kasih buat sodara adhit, semoga lekas menyusul.

5 April 15, 2011 06:10

Dumadakan aku kaget,kok es jam 6. Subuhan, adus nyetrika dan anjing jebule dasine gupak ferryclorit (cairan kimia untuk membuat PCB).akhirnya diputuskan untuk tidak berdasi. Santé waelah.

5 April 15, 2011 07.15

Sampai di BATAN dan menjemput si pembimbing, eh eh eh..ternyata sekali lagi prosedur di instansi ini a lot bin menyebalkan. Jadi jam 7:30 baru menuju ke kampus.

5 April 15, 2011 07:45

Sampai dikampus dan pembimbing kampus bilang “kok iso telat ki pie???”

5 April 15, 2011 07:50

Mempertahankan sebuah kehormatan dan harga diri di mulai dihadapan 4 penguji. Alhamdulillah hadir beberapa teman, Idris, Fikri, Afif, Ashar, Wibby.

5 April 15, 2011 9:50

Happy ending and real life is began.

Perjalanan kereta hidup untuk sementara berakhir di Lypra, selanjutnya duduk-duduk di Peron, menanti kereta tujuan berikutnya. Sambil menghisap rokok lebih dalam, memaknai hidup alakadarnya, menyiapkan tenaga untuk hidup lebih keras di gerbong kereta selanjutnya.

Hasil yang didapatkan kadang tidak sesuai dengan yang diharpakan, manusia merencanakan, tapi tetap Tuhan yang menentukan. Ketika hasil tidak sesuai dengan yangdiharapkan ada pelajaran berharga yang bisa disimpan. Itulah rencana Tuhan, sekaligus keputusan Tuhan.

16 April 15, 2011 10:17

This slideshow requires JavaScript.