Be a Good Investor.


Anonym mengatakan “Give a man a fish and you feed him for a day. Teach a man how to fish and you feed him for a life time” 

This slideshow requires JavaScript.

Setidaknya itu yang banyak orang katakan. Investasi dan menabung mempunyai kesamaan, yaitu menunda untuk mengeluarkan uang (bersifat konsumtif) dengan harapan akan mendapatkan keuntungan yang lebih dikemudian hari. Ada sebuah kisah seorang pelaut inggris, Robinson Crusoe yang sedang berusaha survive disebuah pulau yang kaya akan ikan, sebut saja Halmahera.hehe.Agar pasokan ikan selalu tersedia, dia memutuskan untuk membuat sebuah kolam dan perangkap ikan. Sehingga dia kehilangan satu hari untuk mencari ikan karena menyiapkan perangkap dan kolam ikan itu. Crusoe akhirnya memutuskan untuk mengkonsumsi separuh dari tangkapan sebelumnya. Separuh lagi dikonsumsi saat melakukan proyek gali kolam. Hasilnya, pasokan ikan konsumsi Crusoe lebih terjamin.

Disisi lain investasi dan tabungan juga memiliki perbedaan, yaitu pada hasilnya. Misalnya, ketika kita menabung di bank, bungan yang diperoleh kurang lebih 7% dan belum dipotong pajak. Dengan tingkat pajak yang berlaku sekitar 20%, secara bersih kita dapat bunga sekitar 5,6%. Disisi lain tignkat inflasi negeri para bedebah ini besar, sekitar 7%. Dalam berinvestasi yang menjadi tolok ukur utama adalah imbal hasil yang kita peroleh harus diatas inflasi. Artinya keuntungan investasi harus diatas 7%.

Beberapa hal yang perlu dipikirkan dalam berinvestasi adalah waktunya, apakah ingin berinvestasi untuk kepentingan jangka panjang atau jangka pendek. Setelah itu evaluasi diri dan mawas diri, apakah kita itu termasuk orang yag risk taker, moderate,atau risk averse?baru kita menentukan kita mau investasi dalam hal apa. Energy?perbankan?boga? Biasanya investasi dibagi menjadi sector riil (tanah,bangunan,emas, dll) dan investasi disektor keuangan (saham,obligasi,surat utang, reksadana). Masing-masing punya kelemahan, sector riil membutuhkan studi kelayakan yang matang, namun kelebihannya adalah arus kas yang diperoleh lebih pasti dan fluktuasinya lebih stabil (bisa dikatakan lebih aman). Kalau keuangan sebaliknya.

Dengan tingkat kestabilan rupiah yang dari hari kehari sedikit membaik, sekaligus didukung dengan beberapa pendapat lembaga keuangan dunia, mereka memproyeksikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini sebesar 6,3%. IHSG juga diproyeksikan akan naik. Kondisi ini menguatkan kita serta membuat kita sedikit aman dalam memilih instrument untuk berinvestasi, apakah memilih saham obligasi, reksadana pasar uang? Atau tanah, rumah, kontrakan. Semua dikembalikan kepada manusianya. Risk taker?moderate?or risk averse?