Jogja-DaoDeJing-Dokter-Sedekah


This slideshow requires JavaScript.

2 September 2011 kotaku tidak seperti biasanya,penuh dengan mesin mesin berbahan bakar karbon. Motor yang sering aku tunggangi beberapa hari sebelum lebaran sudah aku perbaiki, dengan bantuan bengkel tentunya.Tidak hanya mantan napi yang mempunyai bekas sobekan di pipinya, tapi juga motorku. Body samping si blacky seakan-akan menjadi saksi bisu beratnya menjalanai kehidupan bersamaku. Mungkin karena dia dinamai si Honda sehingga dia jarang rewel, tidak perlu di ruwat. Plat nomer baru si blackypun belum aku ambil, masih tercetak 11.07

Di jalan tikus selatan Sarkem, aku menjumpai sebuah hotel yang mempunyai view lumayan. Alur led menghiasi dinding hotel kelas parlente membentuk alur aliran air laut yang terjun dari langit. Secara tidak sengaja kota ini tumbuh menjadi kota modern,tapi aku sangat berharap di kota ini masih ada warung 3 ceret yang menjual nasi 1ribuan untuk si abang-abang becak.

Bukan Sarkem tujuanku tapi sebuah bookstore di daerah kotabaru, sudah sekitar 3 bulan aku tidak mengunjungi bookstore ini semenjak aku resmi murtad dari kampus biru. Murtad dengan terhormat dan mendapat gelar Murtadin UGM. Sepertinya bookstore Gramedia hanya libur dua hari di hari lebaran ini. Mungkin si engkong lagi dikejar target. Maklum, banyak toko-toko di area kotabaru ini milik orang keturunan Tiongkok, mulai dari Radio hingga lembaga pendidikan.Masih seperti 3 bulan yang lalu, tidak banyak berubah dari toko ini, parkirnya masih 1000 rupiah.

Seperti biasanya, alasan kenapa aku suka dengan toko ini karena disini banyak buku best seller dan aku sering mengatamkan 3 buku secara gratis dari setiap kunjungan. Suasananya cukup kondusif, tenang, berAC, dan kadang diputarkan musiknya si Kenny G. Lantai 3 dari toko buku ini sedkit berubah.mungkin karena si pemilik sudah membaca Feng Shui edisi 2011, sehingga tata letaknya disesuaikan dengan SHio tahun ini. Kasir dari toko ini digeser kearah selatan, tepat di barisan kelompok buku kesehatan dan kedokteran yang lama. Semantara best seller and new comer berada di depan casier.

Pertama yang aku lihat adalah barisan new comer edition. Kebanyakan judulnya adalah tentang motivasi yang kebanyakan orang jual dan omongkan. Kebanyakan tentang strategi bisnis. Tapi aku mendapati sebuah buku yang aneh. Judulnya adalah “Dao De Jing Lao Zi” sampulnya bergambar bapak tua yang naik kerbau sambil mengibas-ngibaskan kemoceng. Namun yang membuat kecewa adalah buku ini masih diplasti,sehingga aku nggak bisa membaca.hhehehehe..

Disampul bagian depan tertulis beberapa kata-kata si bijak LaoZi antara lain

langkah seribu mil dimulai dari langkah pertama

orang kaya adalah orang yang merasa dirinya cukup

dua kata bijak ini yang aku ingat.Buku LaoZi akhirnya aku kembalikan ke rak, dan aku beralih ke buku best seller. Di rak best seller terdapat 2 buah buku. Topiknya mengenai profesi Dokter. satu buku judulnya “The Doctor” karangan dr. Toto. yang satu lupa. Alhamdulillah ada buku yang sudah dibuka, sehingga aku bisa menikmat sedikit,menggerayangi isi buku walau hanya sebentar. Satu buku aku gerayangi karena aku sadar, ini sudah 8.20 malam. satu demi satu halaman aku bolak balik, dan sampailah di daftar isi. Aku menjumpai sub judul yang menarik di buku ini “dimana nyawa bersemayam, dan jadi dokter jadi kaya”. Kurang lebih seperti itu.

“Dimana nyawa bersemayam” mengingatkanku pada dialog sufi imam malik dengan seorang Dahri, Nyawa itu sebuah hal yang ghoib, bisa dirasakan, namun sulit bagi manusia yang akal pikirannya dibatasi tempurung kepala untuk medeskripsikan warna dari nyawa itu sendiri,bau dari nyawa itu sendiri, bahkan bentuk dari nyawa itu sendiri.

“jadi dokter jadi kaya” ini  subjudul yang belum kelar aku baca. Namun aku ingin menarik benang merah antara sub judul ini dengan Dao De Jing, dengan ceramah2 yang sering di gelar di Masjid2. Alasan kenapa Dokter itu kaya karena

  • dokter selalu mencoba untuk memberikan solusi bagi orang lain
  • Dokter selalu ramah kepada setiap pasien,tanpa memandang dia siapa. Kesehatan pasien adalah yang utama.
  • dokter selalu mencoba menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain
  • dokter selalu berinteraksi dengan senyum (kebanyakan) dan jarang marah terhadap pasien
  • dokter selalu bilang “cepat sembuh ya kek, nek, dik, pak”
  • dokter selalu menjaga etikanya sebagai seorang dokter (kalau melanggar bisa dilaporkan)
  • dokter selalu dianggap orang lain cukup sehat (hehee)
  • dokter dididik sebagai profesi nonprofit, bahkan lebih ke profesi yang berjiwa sosial tinggi.

Ada hal di dunia ini yang kadang tidak bisa dinilai secara logika, ketika kita bersodakoh, itu sebuah ungkapan sukur manusia kepada sang pemilik nyawa. Sehingga sang pemilik nyawa menambah rejeki berlipat. Ketika kita berbagi ilmu, ilmu itu tidak akan berkurang, bahkan cenderung bertambah.

Itu semua adalah wujud sodakoh dari dokter, di setiap profesi yang dijalani seorang dokter selalu ada sodakoh.Itu alasan kenapa jadi dokter jadi kaya. Jadi bisa disimpulkan, Dokter kaya karena bersodakoh, Dokter kaya karena dirinya merasa cukup. Jika kita ingin kaya, maka mari bersyukur dan bersodakoh. Mari berlomba untuk bermanfaat bagi orang lain.