Bait kegundahan


Tuhanku, Allahku.

Aku bertanya padaMu,dan seketika itu juga kau menjawab pertanyaanku dengan kuasaMu.

Jawabanmu membuatku, mngisyaratkanku untuk berbuat satu hal. Ikhlas dan mencari ridloMu.Bersyukur.

Karna kau telah menasskan.Barang siapa yang mau bersyukur,maka nakmatnya akan Engkau tambah.Namun barang siapa tidak bersyukur,sungguh siksaMu amat pedih.

Tuhanku,saat ini aku bingung.Aku tak pernah bercerita kebingungan ini secara penuh kepada siapapun selalin kepadaMu.

Di setiap sholatku, sujudku, harapanku,tingkah lakuku, aku berharap banyak Kau beri keajaiban kepadaKu.

Tapi kenapa yang kau berikan hanya sebuah proses?Memang untuk menjadi tanahpun batu butuh proses.Tapi apakah hatiku, nuraniku mampu menikmati proses itu dengan ikhlas mengharap ridloMu?

Apakah jantung ini masih berdegup lebih lama Tuhan?

Ada satu hal yang membuatku bertahan dan insyallah ikhlas hingga saat ini 

Jodoh, rejeki,dan mati bagi seorang manusia telah Kau tetapkan sejak alam ini dibentuk, sejak kau tiupkan ruh kami ke kandungan ibuku yang saat itu aku merasakan masih sangat hangat,hingga pada akhirnya aku terlahir di dunia ini. Telanjang.Ya Telanjang,karena aku bukan Karna Putra Surya.

Saat itu aku terlahir kedinginan,namun saat itu setiap orang berceria,memberikan harapan dipundaku.dan saat ini aku serahkan keputusan atas harapan ini kepadaMu Ya Allah. 

Satu hal yang tidak pernah aku sesali waktu itu. Aku terlahir memang bukan untuk menang (saat itu) tapi aku terlahir bukan untuk menyerah.

Untuk saat ini,ada pertanyaan besar kepadamu. Jikalau mati,rejeki,dan jodoh sudah kau tadirkan sejak zaman dulu. Apakah matiku akan aku temu sebelum aku menemukan rejeki dan jodohku?

Banyak makna dan paham memang akan hal itu.tapi biarkan aku berimajinasi menurut isi otakq sendiri saat ini. Aku ingin bebas,karena disini aku menulis tanpa ada paksaan dari siapapun. Jikalau aku melantunkan doa dan harapanku disetiap sujudku tidak cukup,maka aku akan menuliskan dalam blogku. Aku tidak menginginkan manusia manapun membaca ini, biar mereka membaca tanpa ada paksaan, seperti Kau memberikan kami harapan hidup.Jikalau itu masih tidak cukup, aku akan mencari ridlomu dengan cara apapun, hingga hatiMu luluh.

Tuhan,maaf aku terlalu banyak mengeluh. Aku seperti ini karena aku sadar,kau tempat terbaik dalam mengeluh, dalam mengerti perasaanku. Aku pikir kau sebaik-baik pendengar.sebaik-baik dan senyaman2 tempat untuk sandaran.

Tuhan,Lahaullawalaquwwataillabillah.Kuatkan hatiku, sabarkan hatiku untuk tetap berada dalam lindunganmu,dan jadikan aku selalu berdoa dan selalu menceritakan keluhan kepadaMu.