Kisah pengorbanan bapak jacob


Di eropa utara, hidup seorang lelaki setengah baya, Jacob. Jacob mempunyai tubuh yang cacat, namun dia mempunyai istri yang cantik jelita dan kaya, Sarrah namanya. Istrinya adalah anak direktur bank setempat. Orang-orang pada heran kenapa Jacob yang cacat bisa memiliki istri yang cantik jelita seperti itu.

Konon dahulu ketika Jacob masih muda, dia jatuh cinta kepada Sarrah. Berkali kali Jacob mengajak Sarrah untuk kencan, namun Sarrah selalu enggan menerima ajakannya, hati Sarrah tak bisa luluh, hingga suatu hari mereka bertemu dalam sebuah acara social disebuah desa. Sarrah memang gemar melakukan kegiatan social. Disitulah Jacob meminta waktu sejenak berdua bersama Sarrah. Sarrah mengijinkannya.

Dalam perbincangan singkat tersebut Jacob menceritakan tentang kehidupannya sebelum mereka dilahirkan di dunia. Ketika itu Jacob adalah seorang pria yang sempurna, gagah, dan tidak mempunyai cela sama sekali. Hingga pada akhirnya dia mengetahui bahwa Tuhan akan melahirkan seorang bayi perempuan dalam keadaan cacat. Hati Jacob tergerak dan dia meminta kepada Tuhan, Tuhan aku memohon kepada engkau agar engkau tidak melahirkan perempuan mungkil ini dalam keadaan cacat. Biarlah cacat perempuan ini pindah pada diriku. Dan akhirnya Tuhan mengabulkan permintaan Jacob dan perempuan itupun terlahir didunia dalam keadaan sempurna.

Mendengar cerita Jacob, Sarrah pun mulai luluh hatinya, dia menyadari bahwa yang dibutuhkan oleh seorang perempuan adalah lelaki yang mau berkorban. Akhirnya mereka menikah dan hidup bahagia.

Dari cerita diatas, kita mendapatkan pelajaran akan pentingnya berkorban. Dengan berkorban manusia dapat menggerakan ekonomi Tuhan. Dalam ekonomi Tuhan, tidak ada yang namanya berkorban. Tuhan selalu member kesehatan kepada seluruh umatnya meskipun manusia tersebut tidak mau menyembahnya. Tuhan selalu memberikan rezeki meskipun manusia itu selalu lalai bersujud kepadaNya. Tuhan selalu memberikan apa yang manusia butuhkan. Apalagi jika manusia itu berkorban. Tuhan pasti akan semakin cepat mengabulkan permintaan hambanya yang suka berkorban, yang selalu meluangkan waktu untuk berkorban. Dalam istilah lain berkorban sering disebut juga dengan sodakoh ataupun beramal. Tuhan tidak pernah diam, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat, Maha Mendengaar.

Beramal yang paling memiliki derajat paling tinggi adalah ketika kita berkorban yang hampir diluar batas kita. Misalnya ketika kita dimintai pertolongan oleh teman yang sedang membutuhkan biaya untuk kuliah sebesar 10 juta, padahal penghasilan dan tabungan kita hanya 11 juta. Alhasil kita harus mengencangkan ikat pinggang selama 1 bulan dengan biaya hidup 1 juta. Pastilah doa orang yang melakukan sodakoh seperti itu akan semakin menggetarkan atap-atap langit dimana malaikat sedang bersemayam, mereka akan turut mengamini apa yang si manusia panjatkan kepada Tuhannya.

Source: smartFM Jakarta dan penambahan seperlunya.