Personal branding


image

Kasus I

Emak                     :” bu beli odol”

Penjual                 :” yang apa bu?”

Emak                     :”odol merk Pepsode**”

Kasus II

Sitompul              :”Lay cakap benar lay Honda mu itu”

Situmorang         :”ya lah lau, ini motor Komeng punya lay, semuanya pasti ketinggalan laaay”

Dalam dunia bisnis, branding merupakan hal yang sangat penting. Dari dua kasus tersebut tampak bahwa merk pertama kali yang masuk kepasaran akan melekat di mulut, setidaknya untuk orang Indonesia , terutama bagi yang tinggal di kampong. Sebut saja odol yang dulu dipasarkan oleh perusahaan cikla bakal astra internasional. Atau Honda, motor sejuta umat besutan Nippon. Mereka mempunyai tempat tersendiri dimata konsumen selain karena yang pertama dan yang paling banyak juga karena paling berkwalitas pada jamannya.

Lantas apa hubungannya dengan personal branding, akhir2 ini di dunia maya sedang marak apa yang namanya media social, kita dapat berceloteh dan mengumbar sebuah aktifits sampai mengunduh gambar. Sebut saja 4sQ, Facebook, twiter, dsb. Permasalahannya masyarakat juga mulai memiliki paradigm social bahwa untuk melihat pribadi seseorang cukup dengan melihat dan membaca twitter/facebook page sudah cukup 9terlebih bagi personal2 yang suka bikin status fb/twitter). Masyarakat sudah mulai memiliki budaya baru selain berdoa, yaitu update status, sebelum makan/ mandi/ atau tidur maka update status dulu. Biar eksis gitu.

Kondisi seperti ini dapat dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk membentuk personal branding mereka sendiri2. Entah orang itu ingin terlihat humble, melankolis (akhir2 ini melankolis sering disangka galau), ataupun politis (akhir2 ini disebut nyampah). Hehehe.

Beberapa tokoh media yang mempunyai personal branding yang bagus sebut saja Hermawan Kertajaya (CEO MarkplusCorp), Gus Solah, dan banyak lagi. Itu tadi berbicara mengenai personal branding di dunia maya, kalau di dunia nyata perlu nggak sih personal branding buat diri kita ?

Jawabannya adalah SANGAT MUTLAK. Hal ni dikarenakan dalam kehidupan nyata, kadang seseorang punya iman dan taqwa yang fluktuatif, dengan personal branding yang baik, bagus, dan alim. Seseorang dapat terhindar dari niat2 jahat/ nggak baik lantaran branding atas dirinya tersebut. Hehehe. Bahasanya seh, jaga image.

Selain itu personal branding di dunia nyata akan menjadi brand tersendiri, bahkan bisa jadi akan menciptakan mode baru. Sebagai contoh riil adalah kampanye Pilgub, dimana Jokowi menggunakan atribut baju kotak2. Alhasil di mall di sekitar Jakarta banyak di jual; baju kotak2 mirip jokowi. Dikantor saya juga ada yang memakai baju tersebut. Dan bisa dikatakan jokowi telah membuat trend baru. Contoh lain adalah personal branding Steve Jobs dengan turtle neck and blue jeansnya. Dan masih banyak personal branding yang lain. Contoh2 diatas baru sebatas personal branding dalam hal fashion. Banyak personal branding yang lain.banyak manfaat ketika kita mempunyai personal branding yang bagus. Karena ini terkait dengan image kita ke orang lain, tidak usah peduli dengan kata orang kalau kita melakukan pencitraan karena ini terkait dengan sikap, dan sifat pribadi kita yang selalu kita jaga. Kata2 pencitraan kan mulai eksis akhir-akhir ini ketiak ada pihak yang memang melakukan personal branding di media, sementara aktualnya enol. Itu baru pencitraan. Masyarakat mesti lebih pandai membedakan antara status seseorang yang galau dengan melankolis, personal branding dengan pencitraan, status ttg masalah politik dengan nyampah, kimcil dengan abg , dan istilah2 trendy yang lain.

Mari membentuk personal branding di lingkungan kita sebagai branding yang baik, humble, and gantle.:)