Indonesia itu akan tetap miskin


Saya kaget ketika salah satu teman saya nyeletuk “BPMIGAS dibubarkan”. Selama di Jakarta memang saya jauh dan tidak pernah menonton TV. Saya mengikuti berita luar melalui social media. Dan hari itu, saya luput dari berita BPMIGAS yang akan dibubarkan (katanya).

Selama ini BPMigas menjadi perpanjangan tangan dari pemerintah sebagai badan regulator industri Hulu (upstream) dari Oil and Gas Bussiness. Baik pengadaan barang dan jasa setiap KKKS ataupun kegiatan yang lain. Saya pikir selama ini semua bekerja sesuai dengan jalurnya. Artinya BP migas bekerja sesuai dengan fungsinya, yaotu regulaor. Yang menjadi permasalahan adalah ada beberapa anggota masyarakat yang merasa BPMigas itu memihak kepada perusahaan asing. dan itu diamini oleh MK. MK memmbatalkan UU Migas Pasal 22/2001 termasuk didalamnya mengatur fungsi dan wewenang BPMigas itu sendiri.

Apakah selama ini benar BPmigas memihak kepada asing?seefektif apakah sih keputusan MK itu?

Sebagai mantan mahasiswa, kita sama-sama tau. Untuk masuk menjadi Company Man di Industri Migas saingannya ribuan, tidak hanya membutuhkan doa kedua orang tua dan belajar keras selama kuliah. Tidak hanya membutuhkan aktif di organisasi ataupun ikut lomba sana sini. Tapi juga keberuntungan. Artinya, orang-orang yang berkecimpung di industri tersebut bukan orang yang modal otak di dengkul. bukan orang bodoh. Indsutri Migas Indonesia sendiri butuh investasi yang tinggi, karena menyangkut sumur2 tua dan deepwater area.dan selama ini saya blm pernah mendengar ada perusahaan Minyak Indonesia (lokal) yang menjadi pioner untuk masalah ini. Sebut saja perusahaan perseroan yang berkantor di Kwarnas Building. Perusahaan ini mampu membeli blok lepas pantai”bekas” BP North Java. Tapi apakah perusahaan ini mampu mempertahankan kwalitas dari blok tersebut?saya rasa perusahaan itu masih jauh panggang dari apinya. Okelah boleh engineer2 Indonesia itu pnya kemampuan, tapi jika sudah diaduk dengan birokrasi, rasanya semakin susah. Silahkan bertanya kepada karyawan2 x BP yang sekarang kerja di PHE ONWJ, apakah dari segi kwalitas dan fasilitas sama baiknya, atau jauh berbeda. Untuk operasi offshore jelas perusahaan lokal di Indonesia masih harus banyak belajar dan kerja keras. di satu sisi membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Selama ini perusahaan kelas dunia yang mau berinvestasi di Indonesia, merekalah yang punya teknologi dan modal. kalau masalah sdm sih indonesia tidak diragukan lagi. GnG expat asal indonesialah yang menjadikan petronas besar seperti sekarang. dan masih banyak cerita yang mesti kita renungkan lagi tentunya.

terlepas dari BPmigas yang akan dibubarkan, rasanya industri migas nasional untuk masalah regulator akan kembali ke titik nol. PTK 007 rev.2 tidak akan berlaku lagi, artinya UU yang mengatur pengadaan barang dan jasa serta seabrek kegiatan hulu migas mesti dibuat lagi. WHYYYYY??

saya teringat pidato BJ. Habibie ketika beliau memberikan presidential lecture di Aula Grha Sbha Pramana Jogja. Mungkin pidato seperti ini juga disampaikan beliau dihadapan mahasiswa2 lain diuniversitas lain,beliau sedih karena industri strategis yang beliau rintis menjadi korban pemerintah atas krisis 98. dengan dalih itu adalah warisan orba. padahal banyak peninggalan orba yang tidak jelek, beliau kuliah dikuliahkan oleh orla, menjadi menteri karena orba, semua masa punya andil. tidak semuanya jelek, kenapa mesti di rusak semuanya. bukankah kita bisa memperbaiki sistem yang jelek menjadi lebih baik dan membiarkan sistem yang baik berjalan lebih baik. bukan kembali dari enol.Jika kembali dari enol. Indonesia itu akan tetap miskin. Membuat lebih baik tidak membutuhkan waktu satu tahun. tapi bertahun2. Saya pikir tidak ada orang manapun yang ingin membuang waktu selama itu hanya untuk membuat UU yang memiliki fungsi yang sama.

Jakarta, 1 Muharram 1434 H