Jangan ada korupsi


Pardon, lama banget kayaknya nggak nulis lagi di blog inih, di note FB juga sudah jarang, kadang bingung mau membuat tema apauntuk blog ini, and akhirnya diputuskan pada tanggal ini, detik ini, bulan ini dan ntah sampai kapan blog ini menjadi blog pribadi yang punya tema ttg kehidupan si empunya.

Masih di Bulan syawal, bulan yang katanya bulan perbaikan. Ntah itu perbaikan amal perbuatan setelah ramadhan, atau bulan perbaikan gizi, dan lebih penting lagi bulan perbaikan nasib. :)).Ada banyak cerita yang terlewatkan selama vakum dari acara tik tak tik tuk di blog, mulai dari status mahasiswa ke status premahasiswa sampai bergantinya status Kate Midleton menjadi ibu.Ahhh opo sih iki.. #salahfokus gini.

Well, kembali ketopik, sorry kelamaan preamblenya, topik kali ini tentang Korupsi.Sorry kl kedepan agak membosankan karena akan menggunakan kata ganti kepunyaan resmi EYD, Saya sebagai pemilik pertama. :))

Perjalanan dari kost kira-kira jam 2an siang, rencananya mau jalan-jalan ke daerah Pasar Baroe, dan dannn sambil jalan2 di sekitar sana, Peta di GMAPS menunjukan kalau pngn ke Pasar Baru via Busway bisa, kl KRL turun di Juanda Railway Station dan jalan kearah utara 1,5 Km. AKhirnya diputuskan naik KRL, ini berdasarkan untuk mempercepat waktu perjalanan, setelah sampai Juanda berjalanlah saya kearah Pasar Baroe. Konon katanya disana dulu pasar yang ramai, baik ramai karena pedagang2 dari Tiongkok ataupun pedagang Arab. Masih tampak bekas-bekas kejayaan pundi-pundi emas pedagang Tiongkok disana, salah satu yang mencolok adalah Gerbang Pasar Baroe. dari Pasar baru saya jalan2 kearah Gedung Teather, Galeri ANTARA, dan akhirnya singgah ke Rumah Allah, Masjid Istiqlal. Saya masuk melalui pintu yang berhadapan langsung dengan Katedral, tampaknya dikota manapun negeri ini di doktrin seperti pada Peta Atlas sewaktu SD. Masjid selalu berdampingan dengan Gereja, diharapkan negeri ini tidak ada diskriminasi, tidak ada kesenjangan dan selalu terjaga dalam kerukunan. Di Baitullah ini saya langsung ambil air wudlu, sebuah prosesi umat Islam untuk mensucikan diri. Material yang digunakan untuk masjid ini kebanyakan Stainless Stell. Dari keran air tampak kalau sistem perairan Masjid ini sangat diperhatikan, di pompa dari lapisan kedap air dan mempunyai sistem Dearator yang baik mungkin. segar rasanya. Sambil merasakan segarnya masjid ini tak lupa saya sholat tahiyatul masjid sambil menunggu waktu Ashar tiba.

Lokasi kompleks masjid ini berada di bekas Taman Wilhelmina, di timur laut lapangan Medan Merdeka yang ditengahnya berdiri Monumen Nasional (Monas). Di seberang timur masjid ini berdiri Gereja Katedral Jakarta. Bangunan utama masjid ini terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar. Masjid ini memiliki gaya arsitektur modern dengan dinding dan lantai berlapis marmer, dihiasi ornamen geometrik dari baja antikarat. Bangunan utama masjid dimahkotai satu kubah besar berdiameter 45 meter yang ditopang 12 tiang besar. Menara tunggal setinggi total 96,66 meter menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jamaah. Dibangun dengan biaya sekitar 7 T Rupiah, di arsiteki oleh Ars. Frederick Silaban, Arsitek piawai protestan dari Negeri Sisimangamaraja. Negeri ini keren bukan? Semua orang bahu membahu membangun bangsa tanpa pandang bulu. 

Namun dibalik kemegahan Istiqlal sore itu, ada sedikit perasaan yang aneh, rupanya bendera merah putih yang dikibarkan sore itu terlihat robek dan usang. jauh jauh hari saya teringat sebuah cerita dari seorang kawan, konon biaya pembuatan jika 7T itu digunakan semuanya maka akan menjadi masjid yang jauuuuuhhhh lebih megah dari yang sekarang. Kenapa bisa begitu? Korupsi, ya uangnya lari kemana-mana. Waalluhaalam. Ternyata budaya korupsi negeri ini tidak pandang bulu, orang yang rajin shalat, rajin ke pura, rajin ke gerejapun bisa terkena bahaya laten ini. Tengoklah kebelakang bagaimana VOC di negeri ini runtuh, VOC runtuh bukan karena Sultan Agung atau Adipati Unus, VOC runtuh dan diambil alih Pemerintah Belanda karena banyak pegawainya yang KORUP. ya KORUP. Vereenigde Oost indische Compagnie heb honger. Pas Op!!

Van Hoorn adalah Gubernur Jendral Hindia Belanda ke-17. Doi memerintah antara tahun 1704 – 1709. Tokoh kelahiran Amsterdam 16 November 1653 ini diduga menumpuk kekayaan sebesar 10 Juta Gulden di akhir jabatannya, padahal gaji resminya cm 700 Gulden /bulan. Merajalelanya korupsi berawal dari kepatuhan yang sangat oleh wong cilik. Awalnya kepatuhan itu muncul dengan sendirinya, kemudian muncul ordonansi Gubernur Jendral Henricus Zwaardecroon yang mengatur cara penghormatan sebagai bentuk kepatuhan kepada penguasa. Tentu saja segala bentuk penghormatan itu tidak akan sempurna tanpa disertai pemberian upeti. Aliran upeti inilah yang kemudian menjelma menjadi awal epidemi korupsi.Jiangkrik…pada 31 Desember 1799, setelah 197 tahun berdiri, VOC dinyatakan bangkrut dan semua asetnya menjadi milik Belanda.

Ternyata budaya seperti itu menjadi bahaya laten sejak dulu, sejak londo njajah jowo. kala itu blm ada HP atau email, masih miskin. Korupsi sudah ada. DAmpaknya bisa terlihat, sebuah sistem yang dirancang bagus namun diperjalanan banyak terjadi penyimpangan itu akan sia-sia. Air sungai di samping jalan veteran itu seharusnya diolah di Deaerator terlebih dahulu agar layak dan sehat, memenuhi kriteria lingkungan, tidak membahayakan. bagaimana bisa pemerintah negeri ini memberikan adipura ke berbagai wilayah kalau sungai yang memisahkan kawasan bina graha dan istiqlal saja baunya tidak karuan, pasti ada sistem didalamnya yang melakukan penyimpangan dan salah satunya korupsi. Bagaimana bisa masih ada anak tak mampu biaya sekolah dasar WAJIB 9 tahun padahal dana 20% dari APBN sduah dialokasikan ke pendidikan. Bagaimana mungkin? Bagaimana bisa negeri ini tidak bisa mengolah dan mengelola minyak mentah, gak punya MODAL? Padahal negeri ini sudah merdeka sejak tahun 1945, masih kurang waktu untuk mengumpulkan modal???

Menjadi renungan ketika pergi ke kamar tidur, Jangan ada korupsi sedikitpun di setiap hari kita, karena itu akan membudaya, akan menjadi darah dagng yang lama kelamaan menjadi racun dan candu. Jika tidak ingin negeri 6 agama ini hancur, ingin melihat anak cucumu mengerjakan PR dengan nyaman, ingin Bangsa ini jaya ketika berbicara tentang SDM, LAWAN KORUPSI. Vandaag,Morgen,Pas op, Corruptie!!!!

Hufftt, Ik wil een ogenblik rusten.Goedencht.

Gedung Komedi

Gedung Komedi

Kubah Istiqlal dari Dalam Teras Istiqlal Istiqlal Masjid