Kisah si Receh di Ibukota Jayakarta


Welllll, Hafftt fiuh..

203_2 uang-receh

Akhir pekan kali ini diisi dengan kegiatan yang super mantab. Apalagi kl bukan lembur. Sepertinya benar kata pacar gw, mestinya gw banyak nulis biar nggak stress. And stress boosternya ya nulis. Kali ini pngn ceritanya ttg perilaku orang ibukota yang mulai bergeser karena dipengaruhi tingkat system.

Kebetulan gw tinggal dibelakang minimall di kawasan tebet,dan dibelakang minimall ada sebuah warung. Karena nggak ada lauk dan pengen beli lauk akhirnya gw ambil kerdus yang berisi uang receh. Uang receh mmg gw kumpulin daripada merusak dompet. Receh demi receh gw itung dan akhirnya terkumpul uang  10rb. Lengkap dan beranekaragam, mulai dari ribuan hingga 200an. Hehe..Dengan PDnya gw bawa ke warung emak2 belakang minimall.

Gw: “bu mau beli kerupuk, berapa harganya ya?”

Ibu warung:”kan ada labelnya mas, baca aja, bias baca kan?”

Hahaha..ampun deh, ntah gwnya yang lagi sensi atau gmana gw agak ngarasa gmana gitu.

Gw:”ok bu saya beli 10rb” *sambil ngeluarin uang 10rbuan receh.

Ibu warung:”ya ampunn, apa ini mas?”

Gw:” itu uang bu, 10 rb, coba aja diulangi lagi”

Ibu warung :”ampuuuun, percaya aja deh mas, lain kali jangan beli pakai uang receh ya” *katanya percaya ttp aja sambil diitung.

Gw:”kenapa emangnya bu?itu kana lat tukar ibu, uang.”

Ibu warung: “mas nggak pernah ngarasain sih, pada ngomel kl dikasih uang receh”

Dengan legowo dan sabar saya pun mengambil kerupuk dan pulang.

Gw yang sering belanja di Superindo, Carrefour, Indomaret aja nggak pernah protes kalau dikasih receh. Bagaimanapun itu uang yang mempunyai nilai. Punya fungsi sebagai alat tukar. Di perbelanjaan manapun uang 100 rupiahpun ada nilainya, pernah membandingkan harga sebuah barang di hypermart 1 dengan yang lain? Kadang bedanya hanya 100- 300 rupiah, namun dari perbedaan itulah bisnis retail itu berkembang dan berkembang.

Seorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi (bukan tingkat sekolahnya ya, pendidikannya) pasti akan menanyakan dan protes jika diberi kembalian permen, dan di Carrefour/ Superindo nggak ada yang member kembalian permen, uang kembali dengan uang. Pernah juga belanja di Carrefour dengan uang 5 rb receh 500an. And no problem. All iz well. Sistem pada hypermart sepertinya sudah bagus, pelayan diberikan pengertian bahwa uang mempunyai fungsi sebagai alat tukar, dan dari uang dari konsumen itulah keuntungan perusahaan diambil. Jangan pernah menolak uang  dan menganggap sepele sebuah nilai mata uang walaupun 100 rupiah.

Kasian kan nasib uang receh, karena tingkat diskriminasi ini doi terpinggirkan, tereliminasi dan terbuang jauh dari derajat yang mestinya dia dapat. Padahal derajat nilainya kan sama. Kadang hidup mmg tidak adil, Uang receh 10ribuan jelas lebih berat dan berharga dari 10ribuan kertas justru dianggap hina dina. Apasalahnya ? itu sama-sama hasil dari jerih payah manusia. Suatu saat manusia akan sadar akan pentingnya kehadiran uang, meskipun uang itu adalah uang receh. Dia akan memandang uang dari value, and do not judge by cover. Isssshh kok ngelantur gini gan. Welll …Terlepas dari tingkat pendidikan si ibu warung atau system yang dia pakai, pelajaran berharga yang pertama diambil adalah ketika kita ingin menjelaskan suatu hal dan orang itu menolak, itu artinya orang itu benar2 membutuhkan waktu yang tidak sedikit untuk menangkap maksud kita yang baik ini. Jeihehehe..Kedua jangan mudah menyerah, ini bisa dilakukan dengan mencoba hal yang sama dengan maksud agar mempunyai kesempatan lagi untuk member tahu secara intens..Ketiga besok akan gw ulang kejadian ini dengan uang 11 ribuan receh lagi. Bikin koprok deh itu ibu warung. Hehehe.. PISS..

Semoga uang 11 ribuan tidak di sebar ke jalan, rempong juga kl ngambilin atu2 di jalan.🙂 Tapi bagaimana kalau uang itu di plester kaya di hypermart2 gt? pasti Ibu2 warung itu menerima, walaupun sambil geleng2.😛

Kejamnya ibukota memaksa receh semakin remeh, padahal kamu tak lekang oleh waktu. Sejuta tahunpun kamu akan ttp menjadi logam, kecuali kau kena murka sang alam. Sabar ya receh, mungkin belum waktunya kamu mendapat penghargaan, tunggulah beberapa waktu lagi, singgahlah dulu dari warung kewarung, suatu saat nanti kamu akan dilebur menjadi lencana sakti yang diperebutkan banyak pejabat. Jadikan warung warung selalu mendapat berkah karena kamu sering masuk kotak sedekah, Nikmatilah setiap percakapan rakyat jelata di pasar, jika kamu bosan dipasar/ warung, pastilah tempatmu di mall retail kelas atas dan semoga kau tak terbuang sia sia.

Salamat menanti hari Senin yang menegangkan. Teganglah sebelum tegang itu dilarang.