#pemuda


Malam minggu tak selamanya kelabu, kadang ungu, kadang hitam. #harapMaklum di kota besar seperti Jakarta ini tinggal sebatang kara berkendaraan KRL dan Busway mana ada yang mau ngelirik? Terlepas dari malam minggu yang agak buram, saya teringat kata-kata salah satu teman saya. Dia orang Batak, meski sudah terkontaminasi dengan asap Jakarta dan Kota Bandung kawan satu ini masih kental logat Bataknya,dia bilang kalau masa muda itu masa yang tak pernah bisa diulang, makanya ayo maen dan jagan ngelembur mulu. Bolehlah menabung, tapi manfaatkan masa muda kita. Suka sekali punya kawan dari penjuru negeri, terutama orang Batak, mereka piawai dalam cang cing cong.

Pikiran saya jauh melayang ke beberapa rujukan dengan tagline #anakmuda #masamuda #waktumuda #pemuda, tentu dengan referensinya sangat terbatas. Hanya berkutat ngalor ngidul sekitar kehidupan saya saja.

Sekedar curhat dan mengisi waktu luang saja bolehkah hamba mengumbar kata?barangkali 1 kalimat 3 bait atau 7 cerita mungkin?

Ir. Soekarno bilang beri aku 10 orang tua,akan aku runtuhkan semeru, beri aku 10 pemuda maka akan aku taklukan dunia. Apa jadinya kalau kala itu Pak Karno benar-benar dikarunia 10 pemuda?pasti sejak dulu Beliau sudah menaklukan dunia kan, hanya saja Tuhan masih ingin Indonesia ini sabar, dia hanya dikarunia Guruh dan Guntur. Hehehe.  Ketika bangun pagi saya berpikir, seandainya Indonesia ini memiliki 10 pemuda dengan masa muda 5 kali lipat,punya idealis yang tinggi, mungkin proses regenerasinya lebih lama dan santai. Anggap saja 10 pemuda tadi ditempatkan dan dididik di sector-sektor strategis.

  1. Sektor Militer dan Stabilitas Nasional 1 pemuda.
  2. Sektor Energi  2 pemuda,1 Upstream 1 pemuda di Downstream.
  3. Sektor Kesehatan 2, kesehatan manusia dan kesehatan hewan.
  4. Sektor Engineering 1 pemuda
  5. Sektor Ketahanan pangan 2 orang. 1 untuk rekayasa hasil produksi dan pengembangan, 1 untuk riset pengolahan makanan.
  6. 1 orang pemuda di sektor ekonomi.
  7. 1 orang pemuda di sektor kebijakan dan pelayanan publik.

Mereka dididik dari awal, dari kecil, dan konsisten dibidang mereka masing-masing, tidak usah menjadi DPR atau Polkis segala, mungkin Indonesia akan menggeser posisi Paman Sam sebagai polisi dunia dengan bergelar Paman Sum, Sumadi. Sayangnya impian Soekarno untuk mendapatkan 10 pemuda ideal itu blm terwujud.

Begitu hijau dan berharganya usia muda, sampai-sampai ada Sumpah Pemuda. Dua kali lagi, dalam sejarah dan epos manapun saya belum pernah dengar Sumpah Tua, yang ada Sumpah Pemuda. John Freely dalam eposnya Sultan Mahmet II, The Conqueror menyebutkan kalau pasukan Turki yang menaklukan Konstantinopel memang di design jauh hari sejak lama. Putra-putra Osman ini menyiapkan sebuah pasukan, Janissary army. Perekrutannya tidak memandang SARU, Suku Agama Ras Universitas. Tapi lebih kearah skill dan kesetiaan. Konon kabarnya si Janissary ini juga tidak boleh menikah, mungkin mirip dengan mitos knight templar kali ya. Weleh weleh …

Kembali ke topic #pemuda , Masa muda itu tak akan pernah bisa diulang, jadi pandai-pandailah mengambil kesempatan. Sebut saja tokoh yang berpengaruh negeri ini. Semuanya bersakit-sakit dan mulai dari usia mereka yang masih cukup muda. Buya Hamka, beliau pergi merantau ke tanah arab dapat bonus naik haji di usia 18 tahun.DN Aidit? Doi jadi pemimpin Partai Palu Arit usia 25 tahun (kl tidak salah) atau BJ Habibie? Dapat gelar S3 diusia dibawah 27 tahun. Termasuk ibu saya tercinta yang nikah di usia muda juga.

Memang kata orang Jawa  Timuran Jer Basuki Mawa Beya, kalau ingin hidup mulia butuh biaya. Dan kata Sir Alex Fergi No Pain No Gain. Semuanya butuh perjuangan, tidak hanya Dokter yang dibuang di Pulau Rote atau Insinyur ababil yang setiap hari disuruh merevisi dokumen yang meniti karir dari bawah sejak usia muda. Bankirpun disuruh cari prospekan dan memenuhi target. Semuanya ini terjadi di usia muda, mungkin saat ini Janisari dan Murad I sudah tiada, dan giliran Tuhan yang sedang mendesign kita untuk menjadi generasi yang lebih baik. Kadang esmosi juga sis kl liat orang-orang yang di daerah saya muda-muda petontang petenteng pakai kacamata oakley, miskin senyum dan nada deringnya selalu sama, “selamat pagi pak, boleh liat surat2nya?” pernah suatu hari ayah saya jelas2 bawa surat lengkap eehh ditilang karena si polkis nggak teliti, karena ayah saya tidak suka berurusan denga hukum ya bayar saja, langsung pulang.

Jangan sampai orang mengucapkan kata-kata “ah kamu lembek sebagai seorang pemuda” karena ini akan merendahkan martabat bangsa dan negara #pemuda didepan #pemudi.

Mari menjadi #pemuda harapan #pemudi.